Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) pada direktorat jenderal industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (Ilmate) Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono, resmi membuka Rapat kerja Nasional (Rakernas) IPERINDO 2025 dan Rapat Umum Anggota Luar Biasa secara daring, dari kantor Kemenperin.
Rakernas Iperindo ke-4 itu sendiri dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/12).
Tunggul dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Iperindo yang terus memberikan masukan dalam rangka kemajuan industri galangan kapal nasional.
“Industri perkapalan disini ditopang oleh ratusan perusahaan galangan yang potensinya kedepan sangat bagus,” ujarnya dalam sambutannya.
Tunggul juga menyampaikan bahwa kondisi pelayaran niaga, kapal penyeberangan dan kapal perintis, umurnya sudah banyak yang tua. “Ini menjadi potensi bagi galangan kapal untuk bisa bersiap-siap jika para perusahaan pelayaran akan membangun kapal baru,” ungkapnya.
Kata Tunggul, untuk membangun kapal memang dibutuhkan dukungan finansial yang cukup, apalagi komponennya mayoritas impor dan harganya masih tinggi.
Sementara itu, ketua umum IPERINDO Anita Puji Utami menyampaikan perlunya memperkuat daya saing industri galangan kapal nasional melalui akselerasi transformasi teknologi dan peningkatan kolaborasi lintas sektoral.
Menurut Anita, berbagai inovasi telah dilahirkan dari industri galangan kapal. “Kolaborasi semua stakeholders kemaritiman penting dibangun untuk mewujudkan industri galangan kapal yang mandiri,” katanya.
Ketua umum IPERINDO juga mengungkapkan bahwa tantangan industri galangan kapal kedepan makin besar,” jelasnya.
“Kita menyadari bahwa IPERINDO memiliki peran strategis, sudah banyak program kerja yang kita laksanakan bersama. Dan kita sudah menerbitkan buku direktori, selain itu, nanti tahun 2026 IPERINDO akan mengikuti pameran di Singapura, kita juga membuka forum internasional. Siapa saja perusahaan galangan anggota boleh bergabung di pameran nanti,” katanya.
Anita menambahkan bahwa anggota IPERINDO sekarang sudah berjumlah 266 perusahaan galangan kapal, dan tersebar di 15 propinsi di Indonesia. “Potensi proyek kapal baru Indonesia sebanyak 5.564 unit,” katanya lagi.
Anita juga mengungkapkan bahwa dalam Rakernas sekaligus untuk melalukan konsolidasi terhadap isu-isu strategis seperti TKDN, pasokan material, daya saing pembiayaan, dan penguatan rantai pasok.
“Selain itu melakukan penataan dan penguatan struktur organisasi agar responsif terhadap kebutuhan industri,” ungkap Anita.
Kegiatan Rakernas juga diisi dengan diskusi bertema “‘Penguatan Industri Nasional Untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Teknologi Kapal Masa Depan”, dilanjutkan dengan dinner.
Sebelumnya, Ketua panitia Rakernas IPERINDO Hasbi, mengatakan bahwa Rakernas ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir tahun.
“Ini merupakan Rakernas ke-4, pelaksanaan ini diisi dengan seminar dengan narasumber dari Kementerian Industri, Kementerian Kelautan Perikanan,” ujarnya. (***)




























