Kapal Harmoni Mas Jakarta Sandar di Pelabuhan Belawan Lama, untuk membongkar 355 kendaraan di dermaga Car, pada hari Kamis ini.
Fasilitas Terminal Car dengan daya tampung 1.000 kendaraan tersebut berfungsi ganda, bisa untuk menampung 1.000 kendaraan yang ditangani PT IKT, sekaligus sebagai tempat parkir umum atau pengantar dan penjemput kapal penumpang Kelud milik Pelni.
Pemerhati kepelabuhanan asal Belawan Adnan Noor, kepada Ocean Week mengungkapkan bahwa pihak operator pelabuhan mesti dapat mengatur dengan baik masalah tersebut. “Apalagi jika kapal RoRo yang mengangkut kendaraan sandar, berbarengan dengan kapal penumpang Pelni, pasti macet dan tak mampu menampung kendaraan penjemput yang melimpah ruah hingga ke jalanan, sehingga macet,” katanya.
Menurut Adnan, sudah sering hal itu diinfokan kepada GM Pelindo Belawan, namun sang GM terkesan kurang peduli dengan masalah tersebut. “Jadi jika setiap kapal Kelud datang dan pergi jalanan di pelabuhan Belawan Lama terus semrawut,” ujar Adnan.
Jembatan yang dari gedung terminal penyeberangan jalan yang menuju ke stasiun Kereta Api menjadi mubazir dan tak bermanfaat. “PT KAI tampaknya belum siap, tapi sudah dipaksakan oleh Pelindo,” ungkapnya.
Kaitan dengan kapal Roro yang membawa kendaraan berbagai merk, ujar Adnan, itu untuk kebutuhan warga dan pengusaha kendaraan yang ada di wilayah Medan Sumut, juga Provinsi Aceh dan Riau.

Sementara itu, Budi petugas Terminal Car Pelabuhan Belawan mengatakan, bongkaran tiap bulan mencapai ratusan kendaraan. “Itu dapat meningkatkan perekonomian Kota Medan Sumut dan sekitar nya,” jelasnya.
Adnan berharap supaya Pelindo memperhatikan problem ini. “Setiap.kapal penumpang Kelud masuk situasinya semrawut, dan para penumpang yang turun harus masuk ke gedung terminal car, makanya untuk mengurangi kemacetan, GM Pelindo harus memperhatikan itu,” katanya. (rat/ow)




























