Aptrindo menyatakan bahwa truk yang beroperasi di pelabuhan Tanjung Priok terlalu berlebih.
Karena antara volume kontainer yang in out di pelabuhan ini per tahun sekitar 7 juta TEUs, hanya membutuhkan sekitar 23 ribu unit truk petikemas untuk mengangkutnya dari dan ke pelabuhan.
Padahal, kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo, jumlah truk kontainer yang beroperasi di pelabuhan Priok sekitar 42 ribu unit. “Jumlah truk kontainer terlalu banyak, makanya perlu moratorium, karena idealnya dibutuhkan antara 23-24 ribu truk untuk mengangkut total throughput 7 juta TEUs,” ujarnya kepada pers, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu sore.
Menurut Tarigan, sekarang ini pengusaha truk dinilainya cukup berat. Persaingan semakin ketat, sehingga tak jarang diantara mereka saling banting harga, demi untuk kelangsungan usahanya.
“Saya dulu main di Marunda, dulu tarif sekitar Rp 1,5 juta, sekarang jatuh jadi Rp 1 juta, makanya saya tinggalin dari sana,” ungkapnya.
Kondisi seperti yang disampaikan Tarigan, diamini Akong (pengurus DPP Aptrindo). “Saat ini kondisi dan situasi seperti ini sangat dirasakan oleh pengusaha truk, tapi mereka ga bisa apa-apa selain pasrah,” ujarnya.
Aptrindo berharap supaya pemerintah mengerti akan kondisi dan situasi yang dialami pengusaha truk petikemas. (***)





























