Pelayaran mengakui jika port stay kapal di Makassar New Port (MNP) saat ini tak lebih dari 25 jam, sehingga hal ini sangat menguntungkan bagi pelayaran maupun pemilik barang.
“Tadinya port stay disini (terminal Makassar) lebih dari 35 jam, tapi sekarang semenjak operasional sistem nya diperbaiki, bisa dibilang tak lebih dari 25 jam,” ujar Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Kapal Indonesia (Indonesia National Shipowners Association/INSA) Makassar Sulsel, Capt Zulkifli Zahril, di Makassar, Jumat (7/6).
Capt Zulkifli menyampaikan bahwa layanan di terminal petikemas Makassar kian hari semakin membaik. “Saat ini di terminal petikemas Makassar telah menerapkan digitalisasi, dan sistemisasi online layanan yang bikin efisiensi bagi pengguna jasa (pelayaran),” katanya.
“Secara layanan (MNP) sudah oke, semua sudah online. Sistem in-out di MNP juga sudah connect dengan sistem di pelayaran sehingga terintegrasi. Jadi bisa lebih cepat dan hemat dari sisi SDM.Disamping itu infrastruktur terminal juga sudah mendukung,” jelas Capt Zulkifli.
Menurut kepala cabang PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) Makassar ini, pola kegiatan peti kemas di MNP juga melarang tegas praktik combo, sehingga berat peti kemas bisa lebih terukur dan safety pelayaran lebih terjamin.
“Dari sisi regulator, kami juga mengapresiasi Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar yang responsif dalam mengakomodir masukan pelaku usaha. Bahkan dalam hal ini, stakeholder rutin menggelar coffe morning tiap bulan sebagai wadah untuk kordinasi dan kolaborasi untuk mendorong MNP menjadi hub di kawasan timur Indonesia,” ungkap Capt Zulkifli.
Dia mengungkapkan, saat ini market share Temas Line di MNP diatas 20%. “Per bulan kapal Temas tercatat sekitar 15 unit dengan rute Makassar-Kupang, Makassar-Surabaya, dan Makassar -Jakarta, melakukan kegiatan di terminal petikemas Makassar,” ujarnya.
Capt. Zulkifli berharap, layanan yang sudah bagus yang diterapkan di terminal petikemas Makassar agar dipertahankan, dan kalau bisa ditingkatkan.
Untuk diketahui bahwa throughput terminal petikemas Makassar tahun 2023 tercatat 700 ribu TEUs. Tahun ini ditargetkan bisa tercapai 715 ribu TEUs. (***)






























