Selama 10 tahun berjalan, program tol laut telah memiliki dan berhasil tembus 191 trayek, menyinggahi 677 pelabuhan.
“Salah satu indikasi yang memang sangat memberikan suatu peluang yang baik bagi pembangunan di Indonesia bagian timur, kita sudah melaksanakan tol laut selama 10 tahun. Saat ini terdapat total 191 trayek dengan pertumbuhan 11 persen per tahun,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi, dikutip dari Antara.
Menhub mengatakan, untuk total armada Tol Laut saat ini sebanyak 207 armada yang tersedia dengan pertumbuhan 10 persen per tahun.
Sedangkan total muatan kontainer berangkat berjumlah 84.609 ton dengan muatan kontainer balik berjumlah 26.362 ton.
Total muatan non-kontainer berangkat berjumlah 530.403 TEUs dengan muatan non-kontainer balik berjumlah 27.551 TEUs.
“Ini menunjukkan suatu kepedulian kita untuk memberikan kepada masyarakat timur khususnya,” kata Budi Karya.
Sementara itu, pada angkutan kapal perintis, selama 10 tahun ini total trayek yang dimiliki mencapai 1.070 dengan pertumbuhan 3 persen per tahun.
Total penumpang berjumlah 5,9 juta dengan pertumbuhan 13 persen per tahun. Sementara jumlah muatan barang mencapai 1.058.759.
Pelni
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menargetkan pertumbuhan kinerja tol laut 2024 naik 9,5% dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya atau sebesar 14.950 TEUs.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Evan Eryanto menyampaikan realisasi kinerja kapal tol laut Pelni pada 2023 tercatat sebesar 13.653 TEUs. Produksi tersebut berasal dari 9.201 TEUs untuk muatan berangkat dan 4.452 TEUs untuk muatan balik.
“Pelni kembali mendapat penugasan tol laut pada 2024 dengan mengoperasikan sebanyak 10 trayek kapal tol laut dari total 39 trayek yang diberikan pemerintah kepada BUMN dan swasta melalui skema lelang terbuka,” terangnya melalui keterangan resminya.
Pelni mencatat hingga April 2024, telah mengangkut sebesar 3.979 TEUs. Muatan ini terdiri dari 3.044 TEUs untuk muatan berangkat dan 945 TEUs untuk muatan balik.
Sementara itu, untuk muatan ternak yang dioperasikan oleh Pelni hingga April 2024 tercatat telah membawa sebanyak 1.830 ekor.
“Kinerja kapal ternak tercatat meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sejumlah 1.650 ekor,” ungkapnya.
Sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, Pelni tercatat saat ini mengoperasikan 26 Kapal Penumpang yang melayani 1.058 ruas dan menyinggahi 71 pelabuhan.
Sejumlah kalangan menanyakan apakah program tol laut dalam pemerintahan Prabowo bakal dilanjutkan atau dihentikan, masih menunggu beberapa bulan kedepan.
Pastinya, program ini telah memberi manfaat besar bagi masyarakat di pelosok tanah air. (***)






























