Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akhirnya menutup sementara pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Penutupan hanya untuk kapal penumpang, bukan kapal pengakut logistik.
Ini adalah bentuk respon Pemprov Maluku atas rekomendasi yang disampaikan DPRD Maluku karena untuk memutus rantai COVID 19.
Keputusan menutup sementara pelabuhan tersebut diambil pada rapat bersama antara Pemrov Maluku, DPRD, Dinas Kesehatan, TNI Polri, dan pihak terkait pada Rabu (15/4).
Saat rapat terungkap bahwa sampai Rabu (15/4) sekitar 10 orang dari luar Makuku masuk ke wilayah ini. Mereka mayoritas mahasiswa dan warga daerah Maluku yang memilih kembali setelah mewabahnya Corona.
Mereka masuk melalui bandara Pattimura Ambon dan Pelabuhan Yos Sudarso.
Usai pertemuan, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury menyatakan, hasil rapat bersama ini telah disepakati bahwa akan diadakan pembatasan penumpang di pintu masuk pelabuhan selama 14 hari, kecuali angkutan logistik.
“Kami tidak menggunakan istilah penutupan pelabuhan, karena masih dibuka untuk logistik. Ini juga dibicarakan dengan KSOP, ASDP, Pelni dan Dinas Perhubungan. Semuanya sepakat, harus dilakukan pembatasan untuk penumpang,” katanya kepada para wartawan.
Lucky mengungkapkan, untuk pelabuhan regional, akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota.
Misalnya, untuk kapal feri dan kapal cepat. Langkah ini dilakukan karena, yang terdeteksi Covid-19 selama ini hanyalah orang yang datang dari luar daerah menggunakan kapal laut.
“Jadi kita sepakat untuk pembatasan penumpang 14 hari ini. Karena menurut Kadis Kesehatan yang terdeksi Covid-19 adalah Penumpang yang datang dari luar Maluku, jadi ini yang diantisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan, untuk operasi kapal Pelni tanggal 17 April 2020 sudah dihentikan semua operasinya. Terkecuali untuk kapal logistik.
“Jadi tiket penumpang yang sudah terlanjur dijual akan di cancel,” tegasnya.
Sedangkan untuk pintu masuk di Bandara Pattimura Ambon, lanjut Kasrul, masih dibuka seperti biasa. Hanya bagi penumpang yang datang akan diperketat pengawasan dengan dilakukan karantina.
”Bandara tetap dibuka, kita antisipasi, jangan sampai ada kebutuhan mendadak atau ada yang sakit bisa melalui pesawat. Hanya pelabuhan saja yang dilakukan pembatasan penumpang, terkecuali logistik,” tutupnya. (***)






























