Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok resmi melaunching Si Patimeh (sistem pelayanan terpadu Insan Maritim yang Efisien dan Handal), pada hari Rabu (15/1), bertempat di Dermaga Arung Samudera (Arsa), pelabuhan Tanjung Priok.
Pada kesempatan ini juga dikakukan pemberian surat dan sertifikat kapal terhadap kapal-kapal service boat yang melayani kebutuhan operasional kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok.
Dalam sambutannya, Kepala Syahbandar Pelabuhan Priok, Capt. Hermanta menyatakan bahwa pemberian sertifikat dilaksanakan bagi kapal-kapal service boat yang beroperasi di dermaga Arung Samudera. “Jumlah kapal yang telah diukur dan diterbitkan gross akta 6 kapal, pas besar yang diterbitkan 24 kapal, dan kapal yang telah diterbitkan keselamatannya ada 24, serta surat persetujuan olah gerak yang diterbitkan berjumlah 24 kapal,” kata Hermanta.
Menurut Hermanta, proses pengukuran kapal dan penerbitan sertifikat keselamatan kapal dilaksanakan secara paralel mulai awal Desember 2019 sampai saat ini tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan status hukum dari kapal.

Capt. Hermanta juga mengungkapkan, pelaksana pada kegiatan ini yakni ahli ukur kapal, petugas pendaftaran kapal, marine inspector, serta petugas kesyahbandaran pada kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok.
“Dengan tajuk Kemenhub melayani untuk negeri dengan sasaran masyarakat kecil dan para nelayan, tidak ada lagi dinding birokrasi. Semua kita pangkas untuk memudahkan masyarakat berkat kami yang hadir untuk masyarakat,” ungkap Hermanta.
Mantan Kepala OP Tanjung Priok ini juga mengatakan jika setelah memperoleh sertifikat ini, supaya pengawasan dilakukan bersama-sama antara pemerintah maupun pemilik kapal. Karena dalam pelaksanaan kegiatan operasional kapal yang paiing mengetahui adanya gangguan faktor keselamatan adalah nakhoda dan awak kapal.
Terobosan
Hermanta menambhakan, dalam rangka meningkatkan pelayanan, pihaknya telah melakukan terobosan secara aktif dengan cara jemput bola kepada para pengguna jasa khususnya masyarakat kecil dan nelayan yang membutuhkan pelayanan terhadap pemenuhan kewajiban operasional kapal dan para pelautnya.
Melalui kegiatan ini, Hermanta berharap, seluruh kapal serivice boat kedepan dapat tertata denga tertib dan termonitor dengan baik, sehingga aspek keselamatan dan keamanan serta kenyamanan dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Dirjen Hubla Agus Purnomo dalam sambutannya yang dibacakan Ditkapel, Capt. Sudiono menyatakan, lebih kurang 1500 kapal pertahun dilayani di Tanjung Priok.
“Dan itu sangat membutuhkan layanan service boat sebagai penunjang operasional kapal-kapal tersebut,” ujarnya.
Kata Dirjen Laut, selama 32 tahun kapal-kapal service boat itu telah melayani turun naik penumpang yang membutuhkan sebelum kapal sandar. Namun dalam rangka peningkatan kepatuhan dan ketertiban kapal sesuai UU 17/2008 tentang pelayaran dan PP 51/2002 tentang perkapalan. “Kantor Syahbandar Tanjung Priok perlu dan berkewajiban melakukan pengaturan pembinaan dan pengawasan terhadap kapal kapal tersebut. Dalam hal mensertifikasi dokumen status hukum kapal dan dokumen keselamatan kapal,” katanya.
Agus Purnomo juga menyampaikan dengan adanya dokumen kapal, maka aspek kelaikan lautan kapal akan terpenuhi dan diharapkan akan lebih menjamin pelayanan service boat yang aman, lancar, nyaman, teratur dan efisien.
“Dokumen yang akan diterbitkan ini akan memberikan batasan terkait ukuran, jumlah penumpang dan barang yang dapat diangkut kapal serta daerah pelayaran, hal ini menyangkut keselamatan dan keamanan kapal tersebut,” ungkapnya.
Tak lupa pada kesempatan ini, dirjen Agus Purnomo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemilik kapal yang telah sadar akan pentingnya status hukum dan keselamatan kapal-kapalnya, serta kepada seluruh jajaran institusi yang telah membantu mewujudkan keselamatan bagi kapal-kapal itu.
“Saya berharap agar kelaiklautan kapal service boat ini tetap dijaga dan terus ditingkatkan dan kapal dapat beroperasi dengan baik sehingga membawa manfaat bagi pelaku usaha pelayaran pada umumnya dan masyarakat kecil pada khususnya,” katanya.
Sedangkan Ketua paguyuban Suhartono menyatakan, juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah (Syahbandar Priok) yang telah membantu memberikan sertifikat gratis kepada pihaknya.
Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan peninjauan oleh Capt. Sudiono yang didampingi Kepala Syahbandar Priok Capt. Hermanta ke tempat pembuatan sertifikat.
Hadir pada acar tersebut, antara lain Ketua Umum ISAA Juswandi Kristanto, ketua ALFI Jakarta Adil Karim, dan perwakilan IPC Tanjung Priok, serta institusi terkait di Priok. (***)































