Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut baik usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai rencana ‘materai’ digital untuk dokumen digital pada revisi UU Bea Materai. Hal dikarenakan sekarang ini banyak masyarakat yang melakukan transaksi menggunakan jaringan internet.
Apalagi Peraturan ini juga sejalan dengan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, UU ini mengatur transaksi yang bersifat elektronik, termasuk pengaturan tentang dokumen dan tanda tangan elektronik.
Menanggapi rencana pemerintah tersebut, Ketua Umum ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan ALFI bahwa telah sejalan dengan program pemerintah. “Baru-baru ini ALFI telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan PT. Peruri Digital Security, pada tanggal 26 Juni 2019, untuk Pengembangan Sistem Label, Segel Security Terpersonalisasi secara Online di Lingkungan Penyedia Jasa Logistik,” kata Yukki kepada Ocean Week, kemarin.
Menurut Yukki, pengembangan Digitalisasi Logistik yang dilakukan ALFI melalui program Smart Logistics dengan modul-modul impor-ekspor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery. “Track and Trace meliputi transport laut, darat dan udara, IoT, pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data), sektor Perbankan untuk menunjang Trade Financing, tentunya tidak lepas dari aspek keamanan digital. Untuk itulah kerjasama ALFI dan Peruri Digital Security dilakukan,” ungkapnya.
Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) ini juga mengatakan, kerjasama global terkait platform teknologi yang berbasis communities network akan menumbuhkan keyakinan bagi para anggota ALFI untuk menggunakan platform Smart Logistics tersebut. “Platform ini diharapkan bisa beroperasi di tingkat ASEAN, beberapa Negara Timur Tengah, USA, Jepang, Canada, China dan Amerika Latin dengan standar keamanan digital yang mumpuni,” ujarnya lagi.
Keamanan digital tersebut, kata Yukki, tentunya mencakup teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber dan merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud-based) dan komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system) dan tentunya community-based, di mana outputnya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI.
Yukki menjelaskan, ALFI saat ini mengembangkan Rantai Pasok Berbasis Digital guna meningkatkan Daya Saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis dan inovatif, sesuai dengan visi dan misi ALFI tentunya dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Pembangunan kolaborasi digital platform ini juga meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration sehingga ALFI ditargetkan menjadi Trade Facilitator, community network di ASEAN, beberapa Negara Timur Tengah, USA, Jepang, Canada, China dan Amerika Latin,” ucap Yukki. (**)






























