Saat ini, Tanjung Priok macet sudah jadi pemandangan indah setiap waktu. Bukan hanya di luar pelabuhan saja, antrean panjang juga di pelabuhan Tanjung Priok, terutama truk-truk yang akan masuk ke terminal 3 menjadi pemandangan hari-hari. Antrean itu terkadang mengular sampai ke depan kantor pusat Pelindo II, khususnya pada malam hari.
Pada Jumat (1/2) kemarin sekitar pukul 13.30 Wib, Ocean Week juga menyaksikan panjangnya antran truk-truk tersebut. Jalan di dalam pelabuhan, mulai dari Kantor Otoritas Pelabuhan (OP), lapangan penumpukan petikemas Tanto hingga di depan pintu keluar pelabuhan 3 antrean itu terjadi.
Jalanan tersebut hampir penuh dengan truk-truk petikemas, dan hanya menyisakan satu lajur paling kanan. Pertanyaannya kenapa kondisi itu terus berlangsung, apa penyebabnya?. Para pelaku usaha kepelabuhanan memang sering mempertanyakan itu. Tetapi, sayangnya solusi untuk mengatasi kemacetan di dalam pelabuhan pun belum terpecahkan.
Konon, Pelindo II sudah menyiapkan buffer area, tapi hingga sekarang fasilitas tersebut belum juga dipergunakan. Katanya masih menunggu sistem yang nantinya terintegrasi dengan truk-truk yang akan berkegiatan di terminal.
Ketua ALFI Jakarta Widiyanto pun mempertanyakan masalah tersebut. “Mestinya pengelola pelabuhan (Pelindo) menambah gate untuk terminal 3 yang saat ini hanya 2 pintu masuk. Belum lagi ada pemeriksaan dokumen di pintu, itu bisa menimbulkan rentetan antrean truk. Kalau pemeriksaan per truk 1 menit saja, pasti menimbulkan kemacetan semakin tak bisa terhindari,” katanya.
Karena itu, operator terminal dan Pelindo diharapkan secepatnya bisa mengatasi masalah ini. “Buffer area mesti segera diperasikan untuk mengatasi kemacetan antrean truk di dalam pelabuhan,” ungkapnya.

Keluhan senada juga disampaikan Ujang Munif, salah satu pengurus DPC INSA Jaya. “Kalau hari Jumat, pasti terjadi antrean panjang. Apalagi kalau malam hari bertambah panjang. Kenapa Pelindo dan operator terminal 3 tidak cepat mengatasi masalah ini,” kata Ujang sembari mengajak Ocean Week melihat-lihat di dermaga kapal penumpang dan RoRo (Jumat kemarin) yang juga tampak semrawut.
Kebetulan pada Jumat kemarin, ada 3 kapal Pelni antara lain Dora Londo, kapal Lawit yang sedang sandar bersamaan. Akibatnya, kendaraan-kendaraan yang akan diangkut oleh kapal RoRo tujuan Bangka harus menunggu, dan terparkir di pinggir dermaga.
Belum lagi di sekitar wilayah ini, ada tumpukan petikemas yang juga menambah kepadatan. Ditambah pula ada truk-truk milik Portek (DHU) yang berkntor disitu. Ini juga perlu penataan, sehingga kegiatan disini tertata dan tersistem secara baik. Dan di area ini menjadi tugas siapa?. (***)






























