Bupati Mempawah Propinsi Kalbar, Gusti Ramlana menyatakan Pembangunan pelabuhan internasional Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat diharapkan selesai pembangunan tahap awal di tahun 2019, sehingga pada tahun 2020 bisa beroperasi.
“Saat ini pembangunan terminal 1 telah dikerjakan, diharapkan tahun ini selesai dan tahun 2020 bisa beroperasi,” kata Gusti Ramlana kepada wartawan, di Kalbar, Jumat (1/2).
Bupati Ramlana juga berharap masyarakat mendukung pembangunan pelabuhan internasional Kijing tersebut supaya pembangunan berjalan sesuai target yang telah dijadwalkan.
Dia meyakini kalau pelabuhan ini nantinya bisa memberi kontribusi terhadap perekonomian kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar pada umumnya. “Kalau pelabuhan ini dapat terwujud, bisa memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah, Ramdani mengemukakan pendapat yang sama dengan Bupati Ramlana. “Pembangunan pelabuhan Kijing harus sukses dan didukung bersama, karena ini merupakan program nasional. Saya yakin pelabuhan Kijing akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah,” katanya.
Sebelumnya, Dirut PT Pelindo II Elvyn G. Masassya menyatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Kijing menghabiskan anggaran Rp 14 triliun. “Pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan paling modern di Kalimantan. Terminal Kijing akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern,” katanya.
Seperti diketahui, pencanangan pembangunan Terminal Kijing sudah dilakukan pada April 2018 tahun lalu. Pelabuhan ini sejak awal dirancang untuk bisa melayani kegiatan bongkar muat dari kapal-kapal besar.
Sebagai salah satu proyek strategis nasional, pelabuhan Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan. Pelabuhan ini akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Untuk pembangunannya, IPC telah menunjuk PT Wijaya Karya (WIKA) sebagai pelaksana. WIKA akan melaksanakan pembangunan terminal dari sisi konstruksi dermaga laut, port management area, jembatan penghubung dan container yard dengan total dana investasi Rp 2,7 triliun. (tbp/***)






























