Puluhan kapal petikemas mengantre di Terminal Petikemas Makassar (TPM) menunggu bongkar muat. Kondisi itu terjadi karena TPM sudah overload. Kapasitas TPM hanya sebesar 600 ribu TEUs, sementara barang yang masuk sudah melebihi 670 ribu TEUs.
Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar Harno Trimadi dalam siaran persnya menyatakan, kapal ada yang menunggu hingga 5-7 hari untuk bisa bongkar muat. “Ada belasan kapal mengantre. Kondisi ini sudah terjadi beberapa minggu. Sewaktu Pak Menhub kesini beberapa waktu lalu sempat normal,” katanya, Kamis (3/1).
Menurut Harno, antrean kapal itu terjadi, karena selain meningkatnya jumlah barang yang masuk, juga disebabkan berkurangnya peralatan bongkar muat di TPM yang sebagian sudah dipindahkan ke Makassar New Port (MNP).
“Mau ke MNP, alur kesana dangkal sehingga kapal lebih memilih berkegiatan di terminal lama (TPM). Antisipasinya kita alihkan bongkar muat sebagian kapal ke terminal Multipurpose,” ungkapnya.
Sekarang ini sejumlah kapal seperti Maratus Menado bongkar 522 box dan muat 540 box petikemas mengantre giliran. Begitu pula kapal Strait Mas bongkar 510 box dan muat 243 box, sedangkan kapal CTP Innovation akan bongkar 358 box dan muat 392 box juga menunggu.
Sementara itu, Ketua DPC INSA Makassar Zulkifli Syahril, menyatakan kalau antrean kapal petikemas tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan. Menurut dia, ada 17 kapal mengatre. “Ada perawatan RTG sehingga kapal semakin antre,” ujarnya.
Zulkifli mengharapkan Pelindo IV dapat segera mencarikan pemecahan masalah ini, sehingga tidak memberatkan pelaku usaha yang akhirnya high cost. “Mungkin kondisi ini akan normal jika MNP beroperasi pada Februari nanti,” katanya. (***)






























