Digitalisasi mulai diterapkan di pelabuhan Panjang. Program ini telah membuat semua sistem pengelolaan pelabuhan terintegrasi menjadi satu. Penerapan digitalisasi ini ditandai dengan peresmian Gedung Integrated Port Service dan “Go Live” Non-Peti Kemas Terminal Operating System (NPK TOS) baru-baru ini.
Menurut GM Pelindo II Panjang, Drajat Sulistyo, ini merupakan program berbasis Terminal Basic Transformation and Sustainability Phase untuk menstandarisasi pelayanan barang, peningkatan kualitas data serta peningkatan keamanan barang. NPK TOS dibangun untuk mendukung kegiatan pelayanan mulai dari kegiatan perencanaan, pengendalian, kegiatan bongkar muat serta controlling.
“Dengan adanya Gedung Integrated Port Service dan implementasi NPK TOS merupakan suatu langkah awal IPC Panjang menuju pelabuhan berbasis digital. Dan ini sejalan dengan visi IPC yaitu menjadi operator pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Saya atas nama pribadi dan manajemen mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh awak IPC Panjang sehingga gedung ini bisa terbangun,” kata Drajat, dalam siaran persnya yang diterima Ocean Week, Kamis malam (8/11).
Mantan GM Pelindo II Bengkulu tersebut berharap digitalisasi ini mampu membantu kegiatan operasional di Pelabuhan Panjang. Dia yakin Pelabuhan Panjang bisa menjadi driving port setelah Pelabuhan Tanjung Priok di wilayah Pelabuhan Indonesia II.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kerja sama serta dukungannya, kepada semua pihak. Baik di internal maupun stakeholder Pelabuhan Panjang sehingga pelabuhan ini terus bisa berinovasi untuk menuju pelayanan yang prima bagi customer dan untuk Lampung yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputy General Manager Komersial IPC Panjang, Syaifuddin Tanjung, menyatakan digitalisasi ini adalah wujud sinergitas IPC Panjang dengan sejumlah anak perusahaan. (pld2/**)






























