Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghabiskan sekurangnya Rp 2,5 triliun untuk mengembangkan infrastruktur Jawa Barat bagian Selatan. Proyek infrastruktur yang dibangun tersebar mulai dari Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Yogyakarta, hingga Madiun, antara lain meliputi rel kereta api, pelabuhan, dan bandar udara.
Data Kemenhub menyebutkan, anggaran terbesar digunakan untuk pekerjaan rel kereta api ganda, menghabiskan dana Rp 2,4 triliun, rehabilitasi Terminal Tipe A Sukabumi yang menghabiskan dana Rp 3,5 miliar, dan pembangunan dua pelabuhan di Pelabuhan Ratu dan Pangandaran menghabiskan anggaran Rp 23 miliar.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebutuhan dana terbesar berada di jalur ganda Kroya – Kutoarjo sepanjang 76 kilometer yang menghabiskan dana Rp 1 triliun. Pembangunan bandara Sukabumi membutuhkan Rp 100 miliar untuk penyediaan lahannya.
“Kalau pelabuhan itu selain memudahkan kegiatan wisata di Geopark Ciletuh, untuk memudahkan logistik hasil bumi keluar,” kata Menhub Budi di Jakarta.
Budi mengatakan hampir seluruh proyek tersebut sudah dimulai, kecuali Bandara Sukabumi yang akan dibangun di Cikembar.
Menhub menargetkan pembangunan bandara ini akan dimulai pada awal 2019. Sedangkan pekerjaan fisik ditaksir memakan dana Rp 300-400 miliar. “Saat ini proses pembebasan lahan sedang dilakukan,” ujarnya.
Pendanaan untuk proyek bandara ini tidak seluruhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan kombinasi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat. Porsinya, APBN sebesar 70% dan APBD 30%. Nantinya, bandara yang ditargetkan beroperasi 2020 tersebut akan dioperatori Kemenhub terlebih dahulu.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengusulkan adanya Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Sukabumi dan Pangandaran untuk mengakselerasi sektor pariwisata di dua kawasan tersebut. Hal lainnya adalah mengembangkan desa-desa wisata yang dilakukan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. “Anggaran untuk KEK Cikidang (Sukabumi ) Rp 3 triliun, untuk Pangandaran besar, Rp 5 triliun,” kata Arief. (ant/***)






























