Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Babel) akan menjadikan Pangkalbalam di kota Pangkalpinang sebagai pelabuhan internasional. Sementara Tanjung Ular di Bangka Barat menjadi pelabuhan industri, dan pelabuhan nasional di Tanjung Berikat Bangka Tengah, dan pelabuhan Samudera Tanjung Batu Belitung dijadikan pelabuhan nasional.
Wacana tersebut menguat setelah Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi menyatakan mendukung pengembangan pelabuhan Pangkalbalam Bangka Belitung (Babel) menjadi pelabuhan internasional pada waktu kunjungan kerja Menhub ke Babel beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Babel, Tajuddin mengatakan, pelabuhan Pangkalanbalam saat ini sedang dilakukan renovasi agar lebih luas dan tidak terganggu dengan pasang surut air laut. Bahkan, pelabuhan ini didorong untuk melayani rute internasional.
“Pengembangan pelabuhan tidak hanya fokus ke Pangkalbalam saja. Pihaknya juga mendorong pengembangan pelabuhan lainnya yang ada di wilayah Babel,” katanya kepada wartawan.
Dishub Babel, kata Tajuddin akan mendorong pengembangan pelabuhan lainnya sesuai dengan dukungan Menhub, nanti ada semacam pembagian klasifikasi terhadap pelabuhan-pelabuhan yang ada di Babel.
Tajuddin menambahkan, pak Menteri (Menhub Budi Karya) waktu itu minta supaya tidak terlalu lama untuk mewujudkannya. “Dalam kurun 2 tahun bisa terwujud. Selama 6 bulan proses dukungan dokumen perencanaannya dan 1,5 tahun untuk pembangunan fisik,” ungkapnya.
Tajuddin juga mengungkapkan jika Gubernur Babel sudah meminta Pelindo II, Pemprov, PT Timah, dan KSOP segera membuat MoU mengenai kesepakatan bersama soal rencana pengembangan pelabuhan tersebut.
Dirut Pengelola pelabuhan Tanjung Batu, Iskandar ketika dikonfirmasi mengenai hal itu melalui teleponnya, hingga berita ini ditulis belum menjawab pertanyaan Ocean Week. (sn/**)




























