Dewan Pelabuhan (DP) menegaskan kesemrawutan layanan operasional yang terjadi di JICT belakangan ini perlu segera diambil langkah solusi. Sebab, jika tak secepatnya dibenahi, semua pihak akan rugi, termasuk JICT sendiri.
“Kami hargai manajemen JICT jujur terbuka sudah minta maaf atas pengalihan pelayanan RTGC, dan sedang diupayakan penataan ulang,” kata Sungkono Ali, Ketua Dewan Pelabuhan, saat dikonfirmasi Ocean Week, terkait dengan layanan di JICT, Rabu malam.
Selain itu, Sungkono juga mengapresiasi adanya target waktu kembali normal maksimal 3 bulan oleh JICT. “Juga jaminan atas kelambatan delivery,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT JICT Riza Erivan menyatakan bahwa layanan bongkar muat dan arus barang di terminal Tanjung Priok akan segera berjalan normal. Perlambatan yang saat ini terjadi dikatakannya hanya bersifat sementara.
Menurut Riza pergantian supplier RTGC merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para pelanggan. Penetapan kepada PT Multi Tally Indonesia (MTI) telah melalui proses lelang terbuka dan sesuai standar kerja di JICT.
Riza juga menyatakan permohonan maaf jika masih terjadi sedikit perlambatan dalam layanan di JICT. “Perubahan vendor ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan JICT agar memberikan manfaat yang optimal kepada pelanggan,” kata Riza melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/1).
Riza mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan manajemen PT MTI agar secepatnya melakukan perbaikan, sehingga kualitas layanan terus meningkat. Sebagai pemberi jasa JICT percaya bahwa MTI memiliki SDM yang berpengalaman dalam menjalankan RTGC.
Kata Riza, JICT telah beberapa kali melakukan pergantian supplier RTGC. Diawal masa kontrak vendor yang baru cenderung melakukan penyesuaian dengan sistem dan ritme kerja di JICT, namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama. (***)




























