Aktivitas penyandaran kapal di JICT hingga saat ini belum ada kendala, hanya saja operasional pengeluaran petikemas mengalami problem, akibat adanya pergantian operator dari pengelola lama ke manajemen baru yang belum lancar.
Hal itu diakui salah satu pelayaran pengguna jasa di terminal terbesar di Indonesia tersebut. “Kalau sandar kapal dan urusan dokumen (clearance) di kantor Bea Cukai tak ada masalah. Persoalannya yang terjadi sekarang adalah di operasional pengeluaran kontainer. Maklum, mungkin operator baru belum terbiasa,” kata Amboro Banteng dari pelayaran Bintika Bangun Nusa/RCL, kepada Ocean Week, saat dimintai kemontar sehubungan dengan operasional dan kinerja di JICT, Rabu (10/1) siang.

Memang, dia mengakui pada akhir tahun dan awal tahun lalu, sempat terjadi kelambatan, karena libur panjang. Bahkan, kapal Star River, salah satu kapal yang diageninya, hingga 90 jam. “Kalau di gate in, gate out nggak ada masalah,” ucapnya lagi.
Sementara itu, informasi yang diperoleh Ocean Week dari JICT siang ini menyebutkan bahwa kondisi container yard (CY) sepi-sepi saja, dan lancar. Gate in maupun gate out pun normal.

Situasi gate out JICT. Gambar diambil hari ini.
Memang, sumber tersebut menyatakan, performasce kapal yang masih belum optimal. “Memang kapal performace slow, misalnya bisa selesai 30 jam, mundur jadi 36 jam,” ungkapnya.
Sumber juga mengakui, kalau setelah libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, sempat YOR-nya tinggi. “Jadi pada waktu itu kan truk masih banyak yang libur, pabrik juga, kemudian bea cukai pun baru aktif untuk release PIB, sehingga saat itu crowded,” akunya.
Kata sumber, bahwa direksi JICT expect pada akhir bulan Januari 2018 performace akan kembali normal.
Sebelumnya, Kepala OP Tanjung Priok Arif Toha mengungkapkan bahwa pihaknya memastikan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan dengan baik meskipun manajemen JICT sedang terjadi peralihan tenaga outsourcing operator alat bongkar muat jenis Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di terminal JICT dari sebelumnya dipegang oleh PT. Empco Logistic menjadi PT. Multi Tally Indonesia (MTI).
Kepala OP Tanjung Priok menegaskan karena adanya peralihan tenaga outsourcing operator dimaksud tentunya membutuhkan waktu untuk melakukan familiarisasi dan penyesuaian agar hasilnya bisa maksimal.
“Dalam hal ini, Pemerintah terus memantau dan memastikan pelayanan bongkar muat terus berjalan lancar dan hingga saat ini pelayanan terus berjalan, tidak ditemui adanya antrian yang signifikan,” katanya. (***)




























