Aktifitas bongkar muat barang (petikemas) melalui pelabuhan Boom Baru Palembang sudah normal, dan produktifitas tetap mencapai target.
“Meski di dermaga TPK hanya dilayani oleh dua Crane, namun tidak ada masalah, produktifitasnya tetap capai target,” kata Agus Hendrianto, GM Pelindo II Cabang Palembang kepada Ocean Week, di Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Agus juga menyatakan, peralatan bongkar muat yang mengalami masalah (rusak) pun sedang diperbaiki. “Yang sedang kami pikirkan justru bagaimana Boom Baru kedepan, karena jika nanti pembangunan Jembatan Musi III dan VII terlaksana, kapal-kapal kargo besar yang masuk ke Boom Baru akan sulit melintas di bawah jembatan,” ungkapnya.
Selain itu, ujar mantan GM Pelindo Panjang ini, faktor sendimentasi (pendangkalan) sungai Musi yang tinggi, sementara untuk pengerukan biayanya sangat mahal. Posisi pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota, juga menjadi pertimbangan, mengingat sudah tidak bisa dikembangkan. Padahal, Provinsi Sumatera Selatan terus bertumbuh, kapasitas Boom Baru makin tidak memadai. Sebab, saat ini sekitar 7 juta ton ditangani di pelabuhan ini.
Untuk diketahui, bahwa di Sumsel selain Boom Baru, juga ada pelabuhan Tanjung Api-api, dan rencananya akan dibangun pelabuhan Tanjung Carat. (***)


























