Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, Fuad Assadien, menyatakan bahwa pada akhir Maret atau awal April 2018 mendatang, tiga komoditi yakni udang, rumput laut, dan plywood akan diekspor perdana ke Hongkong dari pelabuhan Balikpapan.
Rencananya untuk ekspor perdana ini akan dibawa sebanyak 50 kontainer. “Semoga tak ada kendala,” ucap Fuad kepada wartawan, Jumat (2/3).
Seperti diketahui, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah memiliki pelabuhan untuk kegiatan ekspor sejak dua tahun lalu, yakni pelabuhan Balikpapan. “Tapi, karena berbagai kendala, belum bisa. Saya sudah bicara dengan pengelola Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Rencananya akhir Maret atau paling lambat awal April, akan ekspor,” ungkapnya.
Menurut Fuad, pelabuhan di Balikpapan bakal berjalan optimal, jika peraturan daerah (perda) larangan ekspor bahan mentah sawit diberlakukan. “Dalam perda itu kan dari 100 persen CPO (crude palm oil) yang diproduksi di Kaltim, hanya 30 persen yang boleh diekspor. Sisanya harus diolah lagi. Jadi, nanti akan banyak sekali pabrik turunan CPO yang hasil produksinya akan diekspor dari Balikpapan,” kata Fuad. (tk/**)




























