Setiap hari tidak kurang dari 2000 orang penumpang berangkat dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) ke Batam menggunakan kapal ferry. Bahkan dalam sehari bisa mencapai 66 kali keberangkatan kapal ferry dengan rute SBP-Batam (PP).
“Untuk ferry internasional ke Singapura bisa 5 kapal per hari, Malaysia 2 kapal, namun tujuan ke pulau terluar (Natuna) dan sekitarnya bisa mencapai 12 kali,” kata GM Pelindo I Cabang Tanjung Pinang, I Wayan Wirawan, saat menerima kunjungan rombongan wartawan dari Medan, termasuk Ocean Week, di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Wirawan bercerita, bahwa pelabuhan Tanjung Pinang, tidak hanya mengandalkan layanan penumpang, tetapi juga ada kegiatan general cargo, petikemas, dan pandu-tunda.
Mengingat, kegiatan di pelabuhan ini terus meningkat, berbagai pembenahan fasilitas pun dilakukan oleh perseroan. Misalnya penataan sistem layanan dengan elektronik seperti pembayaran non tunai (program E-Berthing), lalu merehab gedung lama dan sebagainya.
“Rencananya Maret 2018, sistem elektronik non tunai sudah dioperasionalkan, bekerjasama dengan bank,” ungkap Wirawan.
Menurut dia, kegiatan barang general cargo dilayani di pelabuhan Batu 6 Tanjung Pinang. “Umumnya barang dari Jakarta, Aceh, Jambi dan Lampung,” ujarnya.
Dari sini, rombongan wartawan diajak mengunjungi pelabuhan Sei Kolak Kijang, di kabupaten Bintan, berjarak lebih kurang 20 km dari kota Tanjung Pinang. Pelabuhan ini selain disinggahi kapal penumpang Pelni Umsini, juga ada 3 kapal melayari line Timur, seminggu 3 kali.
“Kami sedang melakukan penataan untuk layanan di dermaga umum, termasuk layanan petikemas. Lahan depo petikemas pun sedang disiapkan, letaknya tak jauh dari pelabuhan Kijang,” ungkap Wayan Wirawan.
Sementara itu, salah satu staf Terminal Penumpang pelabuhan Kijang, Saprianto mengungkapkan, bahwa kunjungan turis domestik maupun asing cukup padat disini. “Para turis biasanya kemari untuk rekreasi pantai, berenang, diving, maupun snockling,” ucapnya.
Menurut dia, tujuan para turis biasanya ke Pulau Rinti yang hanya ditempuh dalam waktu satu jam dari Kijang. “Setiap hari sekitar 400 orang ke pulau tersebut,” katanya.
Pandu Tunda
Sementara itu General Manager PT Pelindo I Cabang Batam Capt. Coroga, saat menerima kunjungan para wartawan mengatakan, disini andalan utama adalah layanan jasa pemanduan dan penundaan.
“Kami didukung dengan 15 orang tenaga pandu, dua unit kapal tunda, 6 unit motor pandu, dan 6 mobil antar jemput,” kata Coroga menceritakan kepada wartawan.
Menurut dia, lokasi oprasional dan pelayanan pemanduan dan penundaan meliputi, Batu Ampar, Tanjung Uncang, Kabil, Pulau Nipah salah satu tempat pengendalian pemanduan luar biasa jalur Selat Malaka. (ratman/ow)




























