Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ingin agar tol laut yang menghubungkan wilayah Jawa bagian Selatan bisa dilaksanakan di tahun 2020 ini.
“Tol laut Selatan ini SK (Surat Keputusan) nya sudah disiapkan, tetapi ada beberapa hal yang harus kita pastikan, misalnya komoditi apa yang harus diangkut dan tahun ini akan uji coba sandar di pelabuhan baru di selatan, yaitu di Prigi,” kata Emil kepada pers termasuk Ocean Week, usai rapat dengan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Perhubungan Laut, Capt. Wisnu Handoko di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (29/1).
Dalam meeting yang juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Jatim, dan Kepala Dinas Perdagangan Jatim, serta Capt. Budi Mantoro (Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Ditlala Perhubungan Laut), dan jajarannya, membahas antara lain mengenai tol laut Jawa Selatan.
Menurut Emil, Pelabuhan Prigi Kabupaten Trenggalek akan menjadi gerbang selatan perdagangan di Pulau Jawa terutama Provinsi Jawa Timur. Sementara untuk Jawa Tengah, daerah Cilacap juga dijadikan sebagai trayeknya.
Pelabuhan Prigi, kata Emil, nantinya akan menjadi gerbang yang melayani wilayah selatan mulai Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, dan yang pasti Kabupaten Trenggalek. “Tol laut selatan ini melayani trayek hingga Lembar,” ungkapnya lagi.
Pada kesempatan itu, mantan Bupati Trenggalek ini juga membahas tentang optimalisasi kantor perwakilan dagang Jawa Timur yang ada di sejumlah provinsi. “Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) sudah keliling kemana-mana dalam misi dagang untuk membangun konektivitas. Jawa Timur bukan hanya untuk fokus menjual barang tapi kita juga siap membeli barang dari luar pulau Jawa,” ujarnya.
Menurut Wagub Jatim, 1/5 perekonomian Indonesia masuk lewat Jawa Timur. “Kiita menjadi gerbang yang sangat kondusif untuk membantu kelancaran perdagangan dalam negeri,” katanya.
Sementara itu, Direktur Lala Capt. Wisnu Handoko, kepada Ocean Week menyatakan jika Kemenhub sudah siap dengan tol laut jawa Selatan. “Trayek ini akan menghubungkan Cilacap ke berbagai daerah Jawa bagian selatan. Trayek ini akan melewati Bali, Prigi, hingga Pacitan. Cilacap itu kan ada pelabuhan yang baru, sekarang kita masuk ke situ. Nanti dari Cilacap ke Bali, kemudian ke Prigi, ke Pacitan, desk-nya Cilacap,” ucapnya.
Menjawab keinginan Wagub Jatim Emil Dardak agar tol laut Selatan ini direalisasikan tahun 2020 ini, Wisnu Handoko menyatakan tak ada masalah. “Kami (Kemenhub) sudah siap,” katanya.
Sedangkan Beni, Direktur JPT Alois yang dimintai pendapatnya mengenai tol laut jawa selatan tersebut, mengungkapkan bahwa dari Cilacap ke Lembar ada potensi antara 50-70 box petikemas. “Masalahnya untuk tol laut mayoritas adalah minimnya barang arus balik. Tapi waktu rapat (meeting antara Emil Dardak dengan Wisnu Handoko), akan diupayakan komoditinya, kalau nggak salah jagung,” ungkapnya.
Beni berharap, pada saat tol laut Jawa bagian Selatan ini digulirkan, justru tak mendatangkan masalah baru. “Itu perlu dikaji mendalam, bagaimana pasarnya dan sebagainya,” ujarnya. (***)





























