PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) optimistis bisa melayani sebanyak 21 juta ton bongkar muat barang di tahun 2019 ini. Apalagi pada Juni nanti, pembangunan dermaga tambahan yakni dermaga 7.1 dan dermaga 7.2 sudah bisa beroperasi. Kedua dermaga tersebut dapat disandari kapal berbobot 70.000 DWT.
“Dengan tambahan dermaga tersebut, disitu mampu melayani sekitar 3,5 juta ton,” kata Alugoro Mulyowahyudi, Dirut PT KBS kepada Ocean Week, usai penandatanganan berita acara penyesuaian tarif pendu-tunda kapal untuk pelabuhan Marunda, di Jakarta Utara, Senin (29/4).
Alugoro menyatakan, bahwa pihaknya mentargetkan pada tahun 2020 bisa menangani bongkar muat hingga 25 juta ton. “Saat ini kami sedang fokus memperkuat usaha jasa logistik. Kami ingin menjadi perusahaan logistik yang berbasis di pelabuhan,” ujarnya lagi.
Menjawab mengenai pemanduan penundaan yang ditangani perseroan, Alugoro mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini mendapat pelimpahan dari pemerintah (Kemenhub) untuk melayani pandu tunda di Cilegon Banten, Tanjung Jati Jepara Jateng, dan di pelabuhan Marunda Jakarta Utara.
Untuk kepentingan itu, KBS diperkuat dengan 14 kapal tunda dan 24 pandu, dengan rincian 6 unit kapal di Marunda dengan 9 tenaga pandu, 3 unit tunda di Tanjung Jati dengan 3 pandu, dan 5 unit tunda di Cilegon dengan 12 pandu. “Rencana tahun 2019 ini akan tambah 2 unit kapal tunda untuk dioperasikan di Cilegon,” katanya.
Alugoro mengemukakan, dermaga 7.1 dan 7.2 akan dilengkapi dengan 4 unit Jib Crane. “Dermaga baru tersebut akan jadi dermaga umum untuk layanan barang dari grup kargo Krakatau Steel dan Krakatau Posco. Selain itu bisa untuk kegiatan baja dan bahan baku baja, juga untuk barang bulk seperti gandum, semen, batu bara dan lainnya,” jelasnya.
Dirut KBS menyatakan bahwa pihaknya tahun ini mentargetkan dapat menangani kegiatan sebesar 21,4 juta ton. Tahun lalu (2018), KBS mencatatkan sebanyak 17,2 juta ton.
Alugoro menambahkan, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) mengambil alih kepemilikan PT Wahana Sentana Baja (WSB) yang sahamnya dimiliki Dana Pensiun Krakatau Steel (DPKS). Selain itu, mengambil alih PT Multi Sentana Baja (MSB) yang sahamnya dimiliki oleh PT Purna Sentana Baja (PSB).
Penandatanganan nota kesepahaman pengambil alihan kedua perusahaan tersebut telah dilakukan belum lama ini. “Pengambil alihan dua perusahaan tersebut bertujuan untuk mendukung dan memperluas servis logistik di KBS yang melakukan bisnis multimoda,” ucapnya. (***)




























