Sejumlah pelaku usaha pelayaran di beberapa daerah masih mengeluhkan error nya sistem layanan Pelindo grup yang hingga saat ini belum bisa seratus persen digunakan.
Sekretaris Umum DPP INSA Budhi Halim mengatakan berbekal dengan pengalaman ini, mestinya Pelindo harusnya menyiapkan back up untuk sistem tersebut, sehingga layanan masih tetap bisa dilakukan. “Sekarang memang layanan masih dilakukan, tapi secara manual,” ujarnya kepada Ocean Week, per telpon, Selasa (5/9) siang.
Budhi juga mempertanyakan apakah Pelindo akan memberikan kompensasi terhadap keterlambatan. Misalnya untuk demurage kapal, lalu penumpukan petikemas.
Hal itu juga dibenarkan Hamdan Godang, pengurus INSA Pontianak. “Hingga saat ini layanan VMS Pelindo masih belum normal, sehingga aktivitas pelayaran menjadi terhambat. Meskipun layanan masih berjalan secara manual,” ungkapnya.
Hamdan maupun Budhi minta supaya Pelindo bisa segera mengatasi sistem yang trouble ini.
Ketua DPC INSA Kalimantan Barat Tju Fo Phin juga mengungkapkan hal sama. “Kami hanya bisa pasrah saja, abis mau apa lagi, yang penting layanan manual bisa dilakukan,” katanya.
Dari Edy S, pengurus INSA Medan mengungkapkan bahwa sampai sekarang sistem di Pelindo masih down.
Hal itu juga diamini Herman ketua DPC INSA Dumai. “Masih belum normal, untuk di Dumai layanan lewat sistem Pelindo belum bisa. Kami minta agar secepatnya dibereskan,” katanya.
Menurut Herman, yang masih error tersebut menyangkut auto collection (pendanaan). Tapi kalau untuk layanan pandu tunda sudah normal, meskipun harus menunggu.
Perwakilan pelayaran Temas Surabaya JJ. Haris saat dihubungi mengaku kalau layanan melalui sistem Pelindo grup di Tanjung Perak sudah mulai bisa digunakan, meskipun masih lemot. “Sudah bisa digunakan, tapi masih belum 100%, karena masih lemot,” katanya.
Mereka berharap supaya Pelindo bisa segera mengatasi masalah ini. Sebab, dengan error nya sistem Pelindo grup ini, bukan hanya pelayaran yang te dampak, namun Pelindo sendiri pun jadi repot.
Di pelabuhan Pangkal Balam, layanan untuk pelayaran tak terganggu. “Kalau ke pelayaran selaku pengguna jasa pelabuhan terhadap pengendalian rencana kunjungan kedatangan sandar dan aktifitas di Pelabuhan, tak terganggu. Karena pelabuhan Pangkalbalam khususnya aktifitas kegiatan Bongkar muat di pelabuhan umum saat ini kunjungan kapal berkurang.
Hal ini ditegaskan sumber di bagian lalu lintas laut dan kepelabuhanan, KSOP Pangkal Balam kepada perwakilan Ocean Week, di Babel.
Di Priok
Untuk di pelabuhan Tanjung Priok, beberapa pelayaran yang dikonfirmasi mengatakan jika layanan online VMS hingga sekarang belum normal.
“Kami masuk ke sistem inaportnet lancar, tapi begitu akses ke VMS ngadat alias tak bisa terbuka,” kata Arif, salah seorang petugas operasional dari pelayaran yang berkegiatan di Priok.
Pendapat sama juga disampaikan Eko dari pelayaran Sumber Rejeki. “Untung belum kapal masuk, baru tanggal 11 September nanti. Tapi saya minta agar Pelindo segera bisa mengatasi nya,” katanya.
Menurut keduanya, sampai saat ini untuk mengurus PPKB (permintaan persetujuan kapal dan barang) masih manual. (**)






























