Sejumlah praktisi pelayaran menyatakan jika sektor usaha pelayaran saat ini masih wait & see, karena kondisi perekonomian global juga belum membaik. Selain itu, juga menunggu pelantikan Presiden-Wakil Presiden baru, beserta kabinetnya.
Nova Y. Mugijanto, Dirut PT PAN Maritime dan Capt. Zaenal A. Hasibuhan (praktisi pelayaran) membenarkan akan hal itu. “Secara umum pelayaran wait & see, karena jumlah muatan berkurang, sedangkan jumlah kapal banyak. Jadi posisi kapal masih oversupply. Ditambah harga komoditas-komoditas utama seperti minyak dan batubara masih rendah, sehingga harga sewa kapal juga rendah,” kata Nova kepada Ocean Week, di Jakarta, Rabu (9/10).
Harapan pelayaran pada pemerintahan baru mendatang, ungkap Nova, supaya lebih banyak lagi dilakukan sinergi BUMN dan swasta, agar BUMN lebih banyak menyewa kapal ke swasta ketimbang memiliki kapal sendiri.
Selain itu, pengurus DPP INSA ini juga berharap dukungan perbankan untuk peremajaan kapal-kapal sangat diperlukan untuk mengganti kapal milik swasta yang sudah tua-tua. “Apalagi jika dukungan perbankan itu dengan bunga rendah,” kata Nova.
Sementara itu, Capt. Zaenal A. Hasibuhan, salah satu praktisi pelayaran menyatakan bahwa Pelayaran berharap ada realisasi yang benar, baik dan jujur dari keinginan pemerintah untuk kembali ke maritim. “Sejauh ini pelaksanaan dari cita-cita presiden dibidang maritim masih gaya lama, yaitu budaya penyerapan anggaran. Evaluasi dari pelaksanaan pun tidak dilakukan secara transparan, kredibel dan akuntable,” kritik Zaenal.
Menurut Capt. Zaenal, masalah paling krusial sekarang adalah untuk memajukan dunia pelayaran, pemerintah tidak perlu berhalusinasi seperti ahli pelayaran kawakan dengam teori-teori yang sarat kolusi. “Permudah saja perijinan, beranilah jadi regulator terhadap pihak lain yang mengganggu pelayaran, hilangkan pungli, buat Whistle blower dan kotak pengaduan. Cukup itu kita sudah tertolong banyak,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Darmansyah Tanamas, Wakil Ketua Umum INSA saat ditanya soal itu, malah balik bertanya maksudnya wait & see apa ya.
Meme (pangilannya) menyatakan, masa transisi pemerintahan juga menjadi pertimbangan penting dalam menjalankan roda bisnis. Sebagaimana diketahui, Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 masih akan dilantik pada 20 Oktober, dan kemudian kabinetnya. (***)




























