PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meminta pemilik kapal MV Mentari Crystal melakukan percepatan evakuasi bangkai kapal pasca tenggelam pada tanggal 15 November 2020 lalu setelah melakukan pemuatan ratusan petikemas di dermaga domestik TTL, karena keberadaannya cukup mengganggu operasional pelabuhan, seperti pelayanan kapal dan dan kegiatan bongkar muat barang.
“Kini kami minta proses evakuasi lanjutan terus dilakukan PT Mentari Mas Multimoda sebagai pemilik kapal yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, dengan mengupayakan pengangkatan bangkai kapal dari kolam dermaga,” kata Direktur Utama PT TTL Faruq Hidayat, di Surabaya, dikutip dari Antara, Selasa malam.
Faruq mengatakan, proses evakuasi bangkai kapal dari dasar kolam dermaga domestik PT TTL harus dilakukan cepat dan efektif, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional pelabuhan seperti pelayanan kapal dan kegiatan bongkar muat barang.
“Hal tersebut mengingat TTL merupakan salah satu penyangga kelancaran arus logistik di Indonesia. Dan sebagai bagian dari pelabuhan di wilayah Tanjung Perak, saat ini kami mulai merasakan adanya tekanan dari segi operasional akibat semakin padatnya jadwal kedatangan kapal. Harapan kami, PT Mentari Mas Multimoda dapat segera menyelesaikan evakuasi ini sesuai aturan agar pelayanan pelabuhan bisa segera beroperasi dengan kapasitas normal,” tegas Faruq.

Sementara itu, perwakilan pemilik kapal dari PT Mentari Mas Multimoda, Anthony mengaku akan terus berkomitmen dan bertanggung jawab melakukan upaya percepatan evakuasi kapal MV Mentari Crystal, sebab pihaknya juga telah menunjuk tim khusus dari eksternal perusahaannya dalam hal evakuasi tersebut.
Dia mengatakan proses pembersihan kolam Terminal Teluk Lamong akan dilakukan dengan cepat namun tetap memperhatikan faktor keselamatan dan potensi pencemaran lingkungan.
“Kami dari PT Mentari Mas Multimoda akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh pembiayaan yang diperlukan mulai dari proses evakuasi hingga kerugian lain akibat insiden ini,” ujar Anthony.
Seperti diketahui, bahwa pada 15 November 2020, MV Crystal Mentari tenggelam sesaat setelah melakukan proses muat petikemas di dermaga domestik Terminal Teluk Lamong, beruntung atas kesigapan petugas sebanyak 18 ABK berhasil diselamatkan.
Proses penyelidikan penyebab insiden hingga saat ini masih dilakukan pihak KNKT, dan atas kejadian tersebut PT TTL telah melakukan penyesuaian jadwal pelayanan sehingga kejadian tersebut tidak berpengaruh pada proses operasional di TTL. (ant/**)





























