Trafik kunjungan kapal luar negeri (LN) per triwulan pertama tahun 2020 di pelabuhan Panjang mencapai 103 call kapal atau naik 4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 lalu dengan gross tonnage 1.981.000 atau naik 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
“Artinya pada periode triwulan 1 ini, kapal luar negeri yang berkunjung di Pelabuhan Lampung mengalami peningkatan kapasitas daya angkutnya, hal ini seiring dengan meningkatnya kargo eksport, seperti komoditi Karet terealisasi 684 ton pada triwulan 1 tahun 2020, naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya, begitu juga dengan lada hitam mengalami pelonjakan 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kopi, Udang segar dan Crude Glycerine juga mengalami kenaikan dengan rata-rata 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” kata GM Pelindo Panjang Drajat Sulistyo, didampingi Andi Hartono, Kepala KSOP Kelas I Panjang, dalam jumpa pers, di Lampung, Jumat (17/4).
Meski begitu, ujar Drajat, ada penurunan untuk kunjungan kapal dalam Negeri periode triwulan I ini yang terealisasi sebanyak 331 call Kapal atau turun 26% dibandingkan periode sama tahun 2019. “Penurunan ini karena adanya wabah Corona yang telah merata hampir disemua daerah sehingga para pelaku usaha mengurangi produksi harianya,” ungkapnya.

Selain menyampaikan kinerja Operasional selama tiga bulan terakhir, Drajat juga menceritakan mengenai kesiapan Pelabuhan Panjang dalam penanganan Covid-19.
“Pelabuhan Panjang juga menyiapkan fasilitas dan peralatan untuk pencegahan penyebaran virus Covid 19, seperti ruang isolasi sebanyak 2 unit kamar yang berada di area Pelabuhan serta fasilitas klinik dan tim medis yang siap 24 jam menangani keluhan dari para pekerja diarea Pelabuhan,” kata Drajat.
Andi Hartono menambahkan bahwa di pelabuhan Panjang juga secara regular melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh area Pelabuhan.
“Untuk menjamin bahwa Pelabuhan Steril dari Virus Covid 19, Pelabuhan Panjang memberlakukan pembatasan terhadap kunjungan pihak luar yang akan masuk kedalam area Pelabuhan termasuk melarang ABK kapal dari luar Negeri untuk turun dari kapal,” ujar Andi.
Drajat kembali menyatakan, untuk kelancaran Operasional, Pelabuhan Panjang telah menerapkan Digitalisasi Pelabuhan baik dari sisi Pelayanan Kapal maupun sisi Pelayanan barang.
“Dengan adanya pelayanan operasi secara Digital dapat mempermudah Pelayanan Jasa Kepelabuhanan,” ucapnya.
Menurut Drajat, para Customer atau Pengguna Jasa cukup dari kantornya saja dapat mengakses system informasi berbasis Digital tersebut tanpa interaksi/ kontak langsung dengan petugas operasional IPC Panjang.
“Mereka dapat memonitor pelayanan operasi yang diberikan secara Real Time sehingga layanan dapat diberikan secara efektif dan efisien,” kata Drajat. (**)






























