Pelaksanaan angkutan laut Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur berjalan dengan baik.
Hingga Selasa pagi (24/12), sudah ribuan orang, kendaraan dan barang naik maupun turun di Semayang, Balikpapan menggunakan kapal-kapal yang disiapkan pemerintah untuk Nataru.
Hanya saja, pada waktu setiap ada kapal masuk ke pelabuhan Semayang, jalan di depan terminal penumpang macet total. Apalagi jika kapal yang datang tak hanya satu, melainkan dua atau tiga sekaligus, antrean kendaraan (truk dan mobil pribadi) mengular panjang sekali.
Ocean Week melihat bahwa kondisi tersebut perlu dicarikan solusi, termasuk perlunya penataan pedagang kaki lima yang memenuhi trotoar untuk pejalan kaki.
Kepala KSOP Balikpapan Capt. Heru Susanto membenarkan jika pelaksanaan Nataru kali ini berjalan dengan baik. “Memang pada saat ada moment seperti Nataru atau Idul Fitri, arus penumpang meningkat. Tapi, kami sudah mengantisipasi hal ini, bahkan pemerintah membentuk Posko untuk itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Ocean Week, di Balikpapan, Senin.
Capt. Heru menegaskan bahwa masyarakat yang menggunakan kapal laut saat Nataru ini, mayoritas ingin pulang kampung untuk bertemu dengan keluarga atau liburan di kampung halamannya.
Heru juga mengapresiasi positif kinerja para anggotanya dan para petugas dari berbagai instansi pada saat Nataru yang tak kenal waktu dan tak kenal lelah.
Memang saat ini, terminal penumpang Semayang terlihat sangat semrawut, terutama pada waktu ada kapal yang menurunkan dan menaikkan penumpang. Gedung terminal tampak penuh sesak dengan ribuan calon penumpang yang menunggu kapal yang akan mereka tumpangi.
Makanya, capt. Heru pun berencana meminta kepada PT Pelindo untuk melakukan penataan terhadap terminal penumpang Semayang, Balikpapan tersebut, termasuk menata pedagang kaki lima yang memenuhi trotoar di sepanjang persis didepan terminal.
“Pelindo Balikpapan harus mengubah tatanan terminal penumpang. Mungkin para pedagang souvenir yang ada di lantai 2 gedung terminal bisa dipindahkan, dan di lantai 2 itu bisa difungsikan untuk kepentingan calon penumpang,” ujarnya.
Saat ini, ungkap Heru, fasilitas yang disiapkan memang sudah cukup bagus. Calon penumpang kapal dibuat nyaman, ada toilet, ruang tempat sholat, dan lainnya. “Hanya saja perlu dipikirkan ruang untuk perokok, biar tak sembarang mereka merokok,” katanya.
Heru juga minta kepada masyarakat supaya datang ke terminal tepat pada waktunya, agar melihat jadwal kapal yang akan dinaikinya, sehingga tak menunggu cukup lama, bahkan harus sampai menginap di terminal. “Karena itu, saya minta kepada masyarakat untuk melihat jadwal kapal. Dan saya juga minta kepada operator kapal (Pelni) dan kainnya supaya jadwal kapal sering disosialisasikan,” ungkapnya lagi.
Mengenai pedagang yang memenuhi trotoar, pihaknya sudah sepakat dengan kepolisian akan melakukan penataan.
“Kemacetan di depan terminal memang jadi kendala, dan itu karena area parkir sangat minim, tapi kami akan berupaya untuk melakukan penataan,” kata Heru. (***)






























