Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Karya Citra Nusantara (KCN), mulai hari Senin (23 Oktober 2023) dinyatakan bisa beroperasi kembali, setelah Kemenhub melalui KSOP Kelas II Marunda menerbitkan surat ijin diperbolehkan nya kembali terminal ini melakukan Operasional untuk melayani kegiatan sandar kapal dan bongkar muat barang.
Penyerahan surat ijin operasional tersebut langsung diserahkan Kepala KSOP kelas II Marunda Capt. Raman kepada Dirut PT KCN Widodo Setiadi, bertempat di pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, Senin pagi.
Dibukanya kembali operasional BUP KCN, mendapat apresiasi positif dari semua kalangan usaha di Marunda. Misalnya usaha PBM, Trucking, Pelayaran, keagenan, dan TKBM.
Turut hadir menyaksikan moment itu, antara lain, Ketua DPC APBMI Marunda Fudyanpo Kamin, Koordinator Penjaspel Marunda Banu Amza, para pengusaha pelayaran, keagenan, PBM, dan mitra kerja lainnya.
Kepala KSOP Marunda Capt. Raman menyatakan kegembiraannya karena BUP KCN bisa mengoperasikan kembali fasilitasnya untuk melayani kegiatan sandar kapal dan bongkar muat barang di terminal nya. “Belum lama ini sudah dilakukan uji coba untuk mengetahui apakah dermaga KCN bisa dengan aman dan selamat untuk kapal bersandar disini, ternyata bisa dan berhasil lancar,” ujarnya.
Menurut Raman, uji coba itu itu dilakukan semata untuk mengetahui apakah dermaga bisa digunakan, karena setelah lama tak beroperasi dikhawatirkan terjadi pendangkalan. “Tapi ternyata tak ada masalah, uji coba kapal (tongkang) berjalan lancar. Dan yang penting keselamatan pelayaran tetap terjamin. Tadi kita lihat kan, kapal masuk lancar dan baik-baik saja,” katanya.
Sementara itu, Dirut PT KCN Widodo Setiadi mengatakan bahwa KCN beroperasi kembali dengan paradigma dan wajah baru.
Sebelumnya, pada tanggal 28 Agustus 2023 kementerian lingkungan hidup telah menerbitkan ijin lingkungan hidup kepada PT KCN.
“KCN sebenarnya bisa beroperasi kembali dengan wajah baru, tapi kami harus menunda untuk beberapa waktu, karena masih ada beberapa hal yang kami siapkan, terutama membersihkan sampah yang ada di kolam dermaga. Tapi sekarang setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan ijin operasi kembali, KCN sudah siap untuk melayani kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah kami siapkan,” kata Direktur utama PT KCN Widodo Setiadi kepada pers.
Widodo juga mengatakan bahwa BUP KCN saat ini tengah menyelesaikan sejumlah pembangunan di lahan seluas 55,5 hektar, yakni Pier 1 dan Pier 2.
“Kami akan lakukan dedicated area. Untuk dermaga 1 diperuntukkan kegiatan Multipurpose, kemudian dermaga 2 untuk kegiatan batubara yang akan dilengkapi dengan drainase dan setting pond,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan jika di areal pelabuhannya pun akan dibangun perkantoran 8 lantai. Selain dipergunakan untuk kantor perseroan, juga disewakan bagi perusahaan yang ingin berkantor di sekitar pelabuhan Marunda. “Kami juga akan membangun jalan akses dua pintu, satu nya langsung dekat dengan pintu keluar masuk tol milik Pelindo,” jelas Widodo.
Dirut BUP KCN ini minta supaya para pengguna jasa berkomitmen untuk menjaga semua aturan yang ditetapkan pemerintah. Dia berharap, semua pengguna jasa memahami kelahiran kembali KCN.

Sedangkan Ketua APBMI Marunda Fudyanpo Kamin menyatakan terima kasihnya kepada kementerian lingkungan hidup yang telah menerbitkan DELH BUP PT. KCN. “Tak lupa juga kepada Kementerian Perhubungan yang telah kembali memberikan ijin operasional KCN. Dengan beroperasinya kembali KCN, kami yakin dapat menekan biaya logistik PBM, juga memecah problem dwelling time, dan PNBP biaa meningkat lagi,” ucapnya kepada Ocean Week, di Jakarta.
Dia berharap, dengan keluarnya DELH KCN tidak ada lagi pihak pihak yang mempermasalahkan operasional BUP KCN. “Selama PT KCN menjalankan proses tata kelola yang sesuai ketentuan,” katanya.
Fudy mengajak stakeholders yang berkegiatan di KCN agar mengawal BUP ini tak lagi berurusan dengan masalah lingkungan.
Di tempat terpisah, Sekretaris DPC APBMI Marunda Subagiyo juga mengatakan senang dengan dibukanya kembali KCN. “Tentunya kami senang dengan KCN dibuka, karena itu menjadi harapan dari para PBM yang selama ini beroperasi di KCN, sehingga kegiatan mereka bisa terakomodir lagi,” ujarnya.
Menurut Subagiyo, selama KCN ditutup banyak PBM tidak bisa beroperasi di pelabuhan lain, karena customer mereka mengalihkan pekerjaannya baik ke Cilegon atau pelabuhan terdekat lainnya.
“Mudah-mudahan KCN bisa lebih memperbaiki pengelolaan lingkungan agar tidak ada lagi penutupan yang merugikan banyak pihak,” katanya.
Banu Amza, salah satu pengusaha pelayaran di Marunda juga berharap supaya KCN bisa memberikan layanan terbaiknya, setelah beroperasi kembali. “Sebab selama setahun lebih distop operasinya, semua terimbas, dan semua menjadi susah. Semoga kedepan tak terjadi lagi, dan kami senang dengan dibukanya kembali KCN,” ungkapnya. (**)





























