Pelindo I Tanjung Balai Asahan terus melakukan penataan dan pembangunan terminal penumpang. Saat ini pembangunan fisik sudah mencapai 58%, diperkirakan pada Oktober 2018 mendatang sudah selesai.
“Pembangunan terminal penumpang dengan dilengkapi bisnis center, dan foot center sudah mencapai 58%. Nantinya, mampu menampung sekitar 4.000 orang di ruang tunggu. Dan terminal penumpang ini termasuk yang termegah,” kata Capt. Jonni, GM Pelindo I Tanjung Balai Asahan didampingi KSOP Tanjung Balai Teuku Faisal, kepada Ocean Week, di kantornya, kemarin.
Menurut Jonni, pembangunan terminal penumpang itu, karena potensi pengguna jasa kapal laut lewat pelabuhan ini cukup besar. Setiap bulan tidak kurang dari 2.300 orang melewati terminal ini. “Dengan pembangunan terminal, penumpang bisa nyaman, apalagi wisatawan yang ke Brastagi dan Prapat bisa melalui sini,” ungkap Jonni.
Jonni menambahkan, fokus ke penumpang, karena saat ini arus barang domestik maupun luar negeri lewat Tanjung Balai Asahan sedang menurun. “Kedepan, kita akan bersinergi dengan pemerintah kota. Kita akan buat tim untuk kemajuan Tanjung Balai. Dari sini ada ferry ke Port Klang Malaysia,” ucapnya.
Namun, kata Jonni, masih ada kendala yang dihadapi di pelabuhan ini, yakni pendangkalan alur pelabuhan karena pengaruh abrasi mulai dari hulu hingga hilir. “Ini menjadi kendala bagi kami,” ucap Jonni. (rat/ow/**)




























