Terminal penumpang pelabuhan Tanjung Priok, pagi ini (jam 11.00) tampak sepi. Padahal setiap menjelang Lebaran Idul Fitri, suasana di terminal ini sangatlah ramai.
Barangkali, ini menjadi Lebaran pertama di terminal penumpang pelabuhan Priok yang tak ada antrean calon pemudik, tak ada Mudik Gratis Kapal Laut, dan tak juga ada para pejabat di Kemenhub yang hilir mudik mengontrol ke terminal ini.
Biasanya satu Minggu menjelang Lebaran, Menhub, Dirjen Laut, dan para pejabat di Kemenhub sangat sibuk secara bergantian melihat kesibukan di terminal ini.
Bahkan, kali ini juga tak ada Posko Angkutan Lebaran melainkan diganti dengan Posko Covid 19 yang didepannya terpampang satu buah spanduk bertuliskan ‘Stop Mudiknya atau Tidak Mudik Selamanya’.
Pagi ini, beberapa porter (buruh panggul) tampak duduk-duduk tak ada pekerjaan. “Sekarang sepi sekali. Mau pulang kampung ga boleh, disini juga nganggur,” ujar salah seorang buruh asal Serang, Banten itu.

Sesekali terlihat petugas operasional pelayaran datang mengurus pembayaran ke billing sistem. Terminal penumpang kali ini memang beda dengan tahun-tahun sebelumnya, sunyi, dan tak memberikan harapan bagi masyarakat kecil yang biasanya mengais rejeki disini.
Kepala Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok Didi Ahmad Supriyadi membenarkan jika kali ini tak ada Mudik Lebaran. “Sejak tanggal 24 April 2020, begitu keluar peraturan kapal laut dilarang membawa penumpang, hampir tak ada kapal yang bawa penumpang, yang ada hanya bawa barang,” katanya kepada Ocean Week, di Tanjung Priok, Senin (18/5).
Didi juga mengatakan jika kegiatan kapal Pelni masih tetap berjalan, hanya saja tak membawa penumpang, namun hanya memuat barang. “Hari ini ada kapal Kelud, biasanya rute Jakarta, Batam, Medan, tapi nggak ada penumpangnya,” ujarnya.
Menurut Didi, pihaknya saat ini hanya bertugas membersihkan fasilitas terminal, setiap dua jam sekali dilakukan penyemprotan pada tempat-tempat Fital.
“Fasilitas tetap dibersihkan,” ungkapnya lagi.
Sementara itu Yahya Kuncoro, Kepala Sekretariat PT Pelni menyatakan bahwa sekarang ini kapal-kapal Pelni tetap melayani kepentingan masyarakat. “Cuma untuk mengangkut penumpang, persyaratannya ketat, juga tujuannya terbatas (Jakarta, Surabaya, Makassar). Kalau kapal Kelud dari Jakarta ke Batam dan Belawan hanya bawa barang. Lagi pula masih banyak pelabuhan yang belum melayani kapal penumpang,” ucapnya saat dikonfirmasi Ocean Week.
Ditanya mengenai ABK kapal Kelud yang positif Corona, Yahya mengungkapkan, jika semua ABK sudah dinyatakan sembuh, dan sudah dilakukan Rapid test semua. (***)



























