Sebanyak 100 kapal (Januari-19 Juni 2019) sudah bersandar di Makassar New Port (MNP). Sementara sekitar 300 ribu TEUs petikemas hingga April juga sudah dibongkar muat melalui terminal ini.
Dirut PT Pelindo IV Farid Padang menyatakan bahwa target layanan bongkar muat petikemas melalui MNP untuk satu tahun sebesar 1,5 juta TEUs. “MNP sudah mulai beroperasi sejak Januari lalu (2019), dan sampai sekarang sudah ada 100 kapal sandar disini. Sedangkan hingga tanggal 19 Juni ada 300 ribu TEUs petikemas yang ditangani,” kata Farid Padang menjawab Ocean Week, Minggu sore (23/6) per telpon.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar, SYaifuddin mengungkapkan, dengan beroperasinya MNP, antrean kapal yang berkegiatan di Makassar tak ada lagi. “Beroperasinya MNP telah mampu mengurai antrean kapal disini. Kalau sebelum beroperasinya MNP, kapal yang akan sandar bisa menunggu antre hingga 5 hari. Sekarang nggak ada lagi,” kata Ipho, panggilan Syaifudin, saat dimintai pendapatnya sehubungan beroperasinya MNP sejak Januari 2019 lalu.

Hanya saja, Ipho berharap, pemerintah atau siapapun yang berwenang, agar memperhatikan akses jalan yang menuju ke terminal MNP. “ALFI mendorong supaya akses jalan yang menuju ke MNP dipikirkan. Kalau akses keluarnya sudah bagus, karena bisa langsung ke tol,” ungkapnya.
Kendati service MNP sudah online sistem dan standar dengan terminal lainnya, tetapi Ipho tetap menyarankan agar pengelola MNP memperhatikan layanannya. “Kalau perlu ditingkatkan. Sebab hadirnya MNP adalah menjawab tantangan pebisnis maritim dan kepelabuhanan di Makassar,” kata Ipho.
Farid Padang mengemukakan, pembangunan MNP tahap I dengan panjang dermaga 1.000 meter akan selesai tahun 2020. “Dan saat selesai pembangunannya, MNP mampu menangani 2,5 juta TEUs,” katanya.
Menurut Farid, PT Pelabuhan Indonesia IV juga telah memulai pengerjaan Makassar New Port tahap 1B dan 1C dengan nilai kontrak terakhir sebesar Rp 2,8 triliun.
“1B dan 1C sudah mulai dikerjakan total kontrak yang saya tanda tangani Rp 2,8 triliun, yang kemarin Rp 1,8 triliun dan 300 lebih sekarang Rp 2,8 triliun,” ujarnya.
Nantinya, dengan selesainya panjang dermaga 1.000 meter, Makassar New Port dapat disandari lima kapal sekaligus. “Kini MNP sudah mendapatkan izin navigasi untuk menggunakan dua alur bagi kapal yang hendak bersandar. Dulu alur navigasi masih pakai alur pelabuhan lama lalu lanjut ke Makassar New Port sekarang ada ijin dari navigasi dua alur, sekarang alur dalam untuk masuk ke pelabuhan lama yang pelabuhan kita 11 meter dan 9 meter sekarang ke alur dua sekarang langsung bisa masuk,” ungkapnya. (***)






























