Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Perhubungan Laut (Hubla) Arif Toha menyatakan akan terus mendorong Tanjung Priok menjadi pelabuhan dengan layanan prima, melalui digitalisasi.
“Sekarang sudah jalan dengan penerapan inaportnet, Do Online, MOS (Marine Operating System), dan kami akan terus berupaya agar pelabuhan Tanjung Priok menjadi semakin lebih baik, dan tertata,” kata Arif Toha kepada wartawan, di Tanjung Priok, usai peremian kantor Otoritas Pelabuhan (OP), Selasa (15/1), didampingi Kepala Syahbandar Amiruddin, dan Kepala OP Priok Capt. Hermanta.
Mantan OP Tanjung Priok ini juga menyatakan bahwa pihaknya juga akan mengintegrasikan buffer area untuk truk. “Jadi truk-truk yang belum memperoleh layanan ke terminal, mesti ke buffer area dulu. Dan ini sistemnya sedang dibuat,” ujarnya lagi.
Arif Toha juga menceritakan bagaimana mengatasi long stay kontainer yang ada di Tanjung Priok. “Itu kembali kepada pemilik kontainer, dan sepanjang YOR tidak terganggu, tidak ada masalah. Jadi patokannya YOR,” ungkapnya.
Memang, kata Arif, kalau pihak Bea Cukai sudah mengeluarkan SPPB, institusi tersebut (Bea Cukai) sudah tidak ada lagi berkaitan dengan pengeluaran kontainer di dalam pelabuhan. “Tapi kembali lagi itu ranahnya pemilik barang, dan sepanjang YOR masih aman juga tidak ada masalah,” katanya.
Percontohan
Sementara itu, Capt. Hermanta, Kepala OP Tanjung Priok menyatakan bahwa sekarang ini layanan melalui kantor OP sudah digitalisasi. “Jadi sudah tak ada lagi, pengguna jasa datang ke kantor OP, karena sudah lewat sistem aplikasi teknologi,” kata Hermanta kepada Ocean Week, di Kantornya.
Ditanya mengenai kantor OP yang baru diresmikan ini, Hermanta mengungkapkan, bahwa renovasi gedung kantor ini dilaksanakan karena keberadaan ruangan kantor lama sudah tidak memungkinkan dan tidak layak sehingga kegiatan terutama dalam rangka melakukan pelayanan dan kegiatan perkantoran menjadi terkendala.
“Untuk itu dalam rangka meningkatkan pelayanan, kinerja dan semangat kerja maka renovasi gedung kantor ini dilaksanakan,” cerita dia.
Menurut Hermanta, pelaksanaan renovasi ini ditampung dalam DIPA Tahun Anggaran 2018. “Selama masa pekerjaan renovasi, kami menempati kantor sementara di Terminal Penumpang Nusantara 1 Pelabuhan Tanjung Priok, namun semangat kerja para karyawan karyawati tidak menurun, bahkan dimasa itu kami giat melakukan kampanye Zona Integritas untuk menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, dan Alhamdulillah pada tanggal 10 Desember 2018 Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN/RB), dan ini satu-satunya UPT dilingkungan Kementerian Perhubungan yang mendapat penghargaan ini di Tahun 2018,” kata Hermanta panjang lebar.
Hermanta juga menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi para pimpinan dan seluruh karyawan/karyawati di lingkungan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok untuk lebih giat lagi dan menjadi yang terdepan, terutama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sekarang ini, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok tertata rapi, terdiri dari Ruang Pelayanan, PPID, 3 (tiga) Ruang Rapat, serta masing-masing ruang kerja Bagian Tata Usaha, Bidang Perencanaan dan Pembangunan, serta ruang Bidang LALA, Operasi dan Usaha Kepelabuhanan, yang semuanya dapat menampung kegiatan rapat dan kegiatan perkantoran untuk 126 karyawan/karyawati. (***)





























