Pelni Tanjung Priok akan menyiapkan sekitar 10 kapal untuk angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru), termasuk kapal Sabuk Nusantara 66 yang melayari rute Jakarta (Pelabuhan Sunda Kelapa) menuju Pulau Seribu.
Kapal-kapal Pelni tersebut yakni KM Kelud, KM Nggapulu, KM Dorolonda, KM Dempo, KM Umsini, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Lawit, dan KM Bukit Raya.
“Kami (Pelni) sudah siap dengan angkutan Natal dan Tahun Baru. Sekitar 10 kapal siap melayani ke berbagai daerah di seluruh Indonesia,” kata Indria Priyatna, Plh Cabang Pelni Tanjung Priok, kepada Ocean Week, di Kantornya, Rabu (28/11).
Menurut Indria, semua kapal Pelni sudah siap untuk Nataru, karena tidak ada yang docking. “Kapal-kapal yang docking sudah selesai, dan siap layani angkutan Nataru,” ujarnya.
Untuk diketahui, bahwa masa angkutan laut Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 akan dimulai tanggal 18 Desember 2017 sampai dengan 8 Januari 2018. Masa angkutan laut terdiri dari beberapa tahap, yakni periode pra Natal 2017 dimulai pada 18 – 24 Desember 2017, periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dimulai pada 25 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018. Selanjutnya tahap pasca Tahun Baru mulai dari 2 Januari 2018 hingga 8 Januari 2018.
Puncak pra Natal 2017 akan terjadi pada 24 Desember 2017 atau H-1 Natal. Sementara itu, puncak angkutan laut untuk tahap Natal dan Tahun Baru diprediksi terjadi pada 27 Desember 2017 dan puncak pasca Tahun Baru terjadi pada 2 Januari 2018. Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 1.278 unit kapal penumpang untuk Nataru.
Indria juga menyatakan, bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa kapal Pelni untuk pulang dan pergi, supaya bisa merencanakan dari sekarang. “Tiket kapal Pelni sudah bisa dibeli maupun dipesan secara Online dari Indomaret, Alfamart, dan langsung ke Pelni secara online,” ungkapnya.
Indria mengatakan, belum bisa memprediksi apakah angkutan Nataru kali ini terjadi lonjakan atau tidak. “Tapi kalau sampai terjadi lonjakan penumpang, kami siap menambah frekuensi rute, terutama pada rute-rute yang padat, misalnya Batam-Belawan, lalu Ambon-Papua, dan sebagainya,” kata Indria.
Sedangkan jadwal kapal Pelni dapat dilihat di website nya PT Pelni, sehingga masyarakat yang akan menggunakan jasa kapal Pelni bisa mengerti dengan jelas.

Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan uji kelaiklautan kapal penumpang di 52 pelabuhan di seluruh Indonesia untuk persiapan penyelenggaraan angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2019.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, mengatakan pelaksanaan uji kelaiklautan kapal penumpang tersebut tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.008/84/3/DJPL-18 pada 5 Oktober 2018 tentang Pemeriksaan Kelaikalutan Kapal Penumpang dalam rangka Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019.
Hal itu ditujukan kepada seluruh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP).
Pemeriksaan kelaiklautan kapal menjadi prioritas utama bagi Kementerian Perhubungan dalam mempersiapkan penyelenggaraan angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2019 agar masyarakat dapat menggunakan jasa transportasi laut dengan aman, selamat, tertib dan nyaman.
“Kegiatan yang kami lakukan bertujuan untuk memastikan aspek standar kelaiklautan kapal dan keselamatan pelayarannya terpenuhi. Jadi, uji kelaiklautan ini tidak hanya dilakukan menjelang angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2019 saja atau hari-hari besar lainnya tapi dilakukan secara berkala dan periodik,” kata Agus. (ow/***)





























