PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Asosiasi Industri Perkapalan Indonesia (Iperindo) dan STIAMAK Barunawati Surabaya melakukan dialog khusus di studio JTV Surabaya, pada Senin (27/4) lalu.
Materinya membahas Industri Perkapalan dan Konektivitas Transportasi Laut Jawa Timur. “Perawatan kapal Indonesia Timur di Jawa Timur. Kapal LCT dan RoRo banyak dikerjakan di Jawa Timur,” kata Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami.
Saat ini Iperindo memiliki anggota 276 perusahaan.
Sementara PT Pelni mengungkapkan telah melakukan banyak terobosan di bidang digitalisasi pelayanan tiket.
“Kami telah melakukan transformasi dan transparansi dengan digitalisasi layanan tiket online, pelni mobile, booking tiket,” kata Kepala Cabang PT. Pelni Surabaya, Roni Abdullah.
Jawa Timur tambah Roni menjadi barometer transportasi laut nasional. Karena 80 persen rute perjalanan laut melintas di Jawa Timur, baik kapal penumpang maupun kontainer tol laut.
Sementara itu, Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr. Gugus Wijonarko, MM. menyatakan optimis adanya kolaborasi antara industri perkapalan dan pelayaran.
“Dialog ini sangat positif. Kami dari akademi tentu menginginkan adanya perubahan-perubahan yang lebih positif. Industri perkapalan bisa di bangun di daerah-daerah, sehingga tidak selalu didatangkan di Surabaya. Jika ada kerusakan kapal dalam perjalanan bisa cepat diatasi dan yang pasti arus logistik tidak boleh terhambat,” ujar Gugus. (**/fail)






























