Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menyatakan, PT Pelabuhan Indonesia II siap jika diminta sebagai operator dalam mengelola Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat.
“Tadi kami membahas progres Patimban, untuk percepatannya dan kemudian kami berkemungkinan menjadi badan usaha yang ikut serta mengelola project Patimban tersebut. Ini akan ada meeting berikutnya, tetapi Pelindo II siap untuk menjadi operator pengelolaan Patimban,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (9/1).
Elvyn juga mengungkapkan, nilai investasi dari pembangunan Patimban hampir mencapai Rp50 triliun. “Dari rencana yang sekarang diperkirakan pembangunan Patimban itu mencapai Rp40 triliun. Total yang akan diperhatikan itu diharuskan badan usaha memiliki 10% atau Rp4 triliun, itu kita 51% mitra kita 49% karena ketentuannya untuk pengelolaan di Indonesia kita harus lebih besar,” ujarnya.
Mantan Dirut BPJS inipun menyatakan, proyek Patimban ini serupa dengan proyek New Priok. Pasalnya, nanti Pelindo II akan bekerjasama dengan pihak swasta dari luar negeri dalam hal ini adalah Jepang.
“Setelah ini kami rapat kembali dengan Kementerian terkait misalnya Bappenas untuk membicarakan detail teknisnya pengelolaan pinjaman, model pengelolaan pelabuhannya sendiri,” ucapnya.
Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 15 Januari 2017.
Rencananya, dalam kunjungan tersebut, kata Luhut, akan dibahas kerjasama tiga proyek besar antara Jepang-Indonesia terkait pembangunan pelabuhan Patimban, Blok Masela, dan Kereta Jakarta-Surabaya.
Sedangkan Pembangunan Pelabuhan Patimban, nilainya hampir US$ 3 miliar juga sudah rampung, tinggal eksekusi. “Pembebasan tanah kita sudah mulai bulan ini. Kita harap nanti kunjungan PM Shinzo Abe tanggal 15 di istana Bogor akan dibikin announce,” ujarnya. (***)




























