Rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok terus digenjot oleh PT Pelindo. Hal itu mungkin untuk mengantisipasi pertumbuhan arus barang yang semakin melonjak.
Berdasarkan informasi yang Ocean Week peroleh, pengembangan itu meliputi perluasan lahan daratan dan perairan, pembangunan terminal peti kemas baru, serta peningkatan aksesibilitas. Tujuannya adalah untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pusat logistik ASEAN dan meningkatkan daya saing industri serta perdagangan internasional.
Di dalam areal pelabuhan Tanjung Priok saat ini juga sedang dilakukan pembangunan terminal ex. JICT 2, dan juga pembangunan NPCT2.
Dan Tanjung Priok tak mungkin mengandalkan fasilitas yang sekarang ada. Sebab lalu lintas kapal, dan barang kian hari dan setiap tahun terus bertambah.
Data yang diperoleh Ocean Week dari laman resmi Pelindo Tanjung Priok menyebutkan bahwa capaian operasional pada April 2025 untuk traffic kapal 450,7 juta GT, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang tercatat 342,5 juta GT.
Sementara untuk trafik petikemas tercapai 5,9 juta TEUs, naik dibandingkan Maret 2025 yang tercatat 4,6 juta TEUs.
Sedangkan trafik non petikemas bulan April tercapai 65,17 juta ton, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 49,38 juta ton. Untuk trafik penumpang tercatat 7,48 juta orang, naik dibandingkan Maret 2025 yang hanya 5,09 juta orang.
Jika pertumbuhan tersebut tak segera diantisipasi, maka macet di seputaran pelabuhan Tanjung Priok tak bisa dihindari lagi.
Seperti diketahui bahwa Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan yang sangat vital bagi perekonomian Indonesia, namun juga menghadapi berbagai tantangan.
Di pelabuhan ini ada sejumlah terminal petikemas, yakni JICT, TPK Koja, MAL, NPCT1, MAL, IPC TPK, Temas Port, Samudera Indonesia, dan Adipurusa.
Selain itu, ada beberapa dermaga untuk kegiatan barang non petikemas, terminal kendaraan dan terminal penumpang.
Perlu adanya perbaikan tata kelola, peningkatan fasilitas dan pelayanan, serta penanganan masalah-masalah yang ada agar Pelabuhan Tanjung Priok dapat terus berperan optimal dalam arus logistik nasional dan internasional.
Beberapa poin penting rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok, yakni
* Perluasan Lahan dan Perairan:
Lahan daratan akan diperluas dari 604 ha menjadi 1.532,4 ha, sementara perairan akan diperluas dari 424 ha menjadi 19.848,4 ha.
* Pembangunan Terminal Peti Kemas Baru:
Rencana ini fokus pada pembangunan New Priok Container Terminal (NPCT) 2 dan 3, serta New Priok Eastern Access (NPEA) untuk mendukung ekspor dan impor.
* Peningkatan Aksesibilitas:
Pembangunan akses tol langsung dari NPCT2 untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas daerah.
Integrasi dengan Wilayah Sekitar:
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok akan memperhatikan rencana pengembangan wilayah Jakarta Utara, termasuk Pelabuhan Marunda, untuk memberikan manfaat bagi PT Pelindo (Persero) dan masyarakat setempat.
* Peningkatan Fasilitas Pendukung:
Rencana ini juga mencakup pembangunan fasilitas pendukung seperti lapangan penumpukan peti kemas, relokasi kantor Pelni, dan pengembangan area multipurpose.
* Penyelesaian Proyek:
Beberapa proyek pengembangan, seperti pembangunan NPCT2 dan NPCT3 serta akses tol, ditargetkan selesai pada tahun 2024-2025.
* Tujuan Jangka Panjang:
Pengembangan ini bertujuan untuk menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pusat logistik di ASEAN, mendukung daya saing industri, perdagangan internasional, dan investasi. (***)



























