Mudik Lebaran 1441 H atau Idul Fitri tahun 2020 lewat kapal laut boleh dibilang tak ada.
Bahkan sejak adanya wabah pandemi covid 19, pemerintah menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak banyak beraktivitas di luar, termasuk merayakan hari raya Idul Fitri di rumah saja.
Ocean Week yang beberapa kali menyambangi terminal penumpang pelabuhan Tanjung Priok, juga melihat tak ada aktivitas kapal penumpang menaikkan maupun menurunkan penumpang.
Padahal, tahun-tahun sebelumnya, saat menjelang dan sesudah lebaran, terminal penumpang kapal laut di Priok ini tak pernah lengang. Apalagi dengan ada Mudik dan Balik gratis menggunakan kapal laut, hampir setiap saat situasi di pelabuhan ini sesak dengan penumpang.
Tetapi, untuk tahun ini, tak ada seremoni dari pihak berwenang, tak ada Posko Lebaran di semua pelabuhan penumpang di seluruh Indonesia, dan tak ada pula hiruk pikuk calon penumpang maupun penumpang balik pasca idul Fitri.
Dari pantauan Ocean Week, untuk tahun ini di terminal penumpang Pelabuhan Priok khususnya, tak terlihat ada Posko Lebaran, yang ada adalah Posko Gugus Covid 19.
Berkurangnya penumpang menggunakan kapal laut selama masa pandemi Corona ini dikarenakan selain persyaratan aturan yang ketat, juga adanya larangan Mudik. Dan ini tak hanya di Priok saja, namun juga terjadi di 50-an pelabuhan mudik pantauan pemerintah.
Sebagai misal, dari pelabuhan-pelabuhan tersebut, mulai H-7 sampai dengan H+9, tercatat 155.182 orang (penumpang) dengan tujuan ke berbagai daerah di Indonesia.
Tanjung Balai Karimun mencatatkan rekor tinggi sebagai pelabuhan yang digunakan oleh pemudik, dengan 53.283 orang penumpang.
Sementara itu untuk arus mudik (dari tanggal 15-20 Mei), pemudik yang memanfaatkan kapal-kapal Pelni (ada 8 kapal) seperti KM Dobonsolo, Kelud, Egon, Gunung Dempo, dan sebaginya, ke berbagai daerah tercatat 1.049 orang.
Jika dibandingkan dengan Lebaran tahun 2019 yang sekitar 1,9 juta orang dan tahun 2018 tercatat 18 juta orang, maka tahun ini tak ada apa-apanya.
Meski begitu, kata Capt. Wisnu Handoko, Direktur Lala Ditjenla Kemenhub, terutama Pelni, pada Juni ini sudah merencanakan operasi kapal penumpang sebanyak 6 kapal, yaitu, KM. Gunung Dempo (13 Juni), KM. Dobonsolo (9 Juni), KM. Ciremai (2 Juni), KM. Kelud (7 Juni), KM. Egon (1 Juni), KM. Sinabung (2 Juni).
“Sedangkan di bulan Juli 2020 direncanakan Kapal Penumpang yang beroperasi sebanyak 9 Kapal, yaitu KM. Gunung Dempo, KM. Dobonsolo,
KM. Ciremai, KM. Kelud, KM. Egon, KM. Sinabung, KM. Nggapulu,
KM. Kelimutu, dan KM. Dorolonda,” katanya kepada Ocean Week, Kamis siang, di Jakarta.
Pada saat arus mudik Lebaran 1441 H atau dari tanggal 15-20 Mei 2020, penumpang yang menggunakan angkutan kapal laut hanya sebanyak 1.049 orang melalui 8 kapal Pelni untuk beberapa rute di indonesia.
Capt. Wisnu juga menyatakan, selain Kapal Penumpang yang beroperasi, Kapal lainnya tetap standby atau portstay sambil menunggu kebijakan Pemerintah Daerah setempat untuk kegiatan di pelabuhan dapat beroperasi kembali.
“Tapi untuk kapal angkutan logistik tetap melayani, tak ada yang berhenti,” ungkapnya.
Dia berharap supaya wabah Corona segera berlalu, sehingga aktivitas angkutan laut di dalam negeri kembali normal. (***)





























