GM Pelabuhan Indonesia II Cabang Panjang menyatakan adanya rencana membuat logistik center di wilayah Panjang, Lampung dalam waktu dekat.
“Ada rencana itu, sebagai lokasi pengumpul untuk kargo di wilayah Sumatera bagian Selatan, karena ada trans tol Sumatera,” kata Drajat Sulistyo kepada Ocean Week Sabtu pagi ini, saat dimintai tanggapannya mengenai rencana PT Hutama Karya (HK) akan membangun pelabuhan curah kering (Dry Port) di Pelabuhan Panjang, Lampung.
Sebelumnya, Direktur Utama HK, Bintang Perbowo menyatakan dry port tersebut dibangun untuk mempercepat pengembalian modal infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya. “Kami akan membangun dry port yang nantinya menempel pada jalan tol. Kami bekerja sama dengan PTPN VII dan Pelindo II, dan sudah teken tanda tangannya,” ujar Bintang.
Untuk pembangunan dry port, HK telah mengantongi 20 ha lahan di area pelabuhan dan akan ditambah dengan lahan PTPN VII seluas 200 ha hingga 500 ha. Lahan tersebut sudah tidak produktif sehingga dapat digunakan untuk dry port.
Bintang juga mengatakan, kemungkinan area tersebut akan menjadi kawasan industri. “Disini bisa dibangun perumahan, pergudangan bisnis hingga destinasi wisata,” ungkapnya.

Sementara itu, ketia Drajat Sulistyo ditanyai mengenai apakah Pelabuhan Panjang sudah over kapasitas, menjawab dengan jelas, bahwa pelabuhan Panjang masih jauh dari over kapasitas dari sisi kegiatan bongkar muat. “Namun dari sisi tempat konsolidasi nggak memungkinkan lagi, karena lahan cuma 54 hektar, perlu ada pengembangan,” kata Drajat. (***)






























