PT Pelindo II Cabang Tanjung Priok akan mengoptimalkan keberadaan buffer area truk yang berada di lahan ex. Inggom. Selain itu, mulai tahun 2020 truk-truk yang menggunakan buffer area akan dipungut biaya.
“Tarifnya belum ditentukan, berapa per jamnya. Tapi kami ingin optimalkan area tersebut mulai 2020,” kata Suparjo, GM Pelindo Cabang Tanjung Priok kepada Ocean Week, Senin siang (23/12), di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menanggapi rencana tersebut, Mustajab, Ketua Aptrindo Jakarta menyatakan tidak keberatan. “Silakan saja jika harus berbayar, takutnya malah jadi pangkalan pool truk-truk yang tidak punya garasi jika gratis,” ujarnya saat dimitai komentarnya, Senin sore.
Beberapa waktu lalu, Mustajab juga pernah menyatakan jika buffer area tersebut dapat mengurangi kepadatan di pelabuhan tanjung priok. “Namun sistem yang katanya digital belum, sehingga truk-truk yang menuggu di buffer dan hendak berkegiatan di pelabuhan Priok, masih segan, karena agak jauh,” ungkapnya.
Suparjo pun mengungkapkan bahwa buffer area truk seluas 2,5 hektar itu, sudah dilengkapi dengan sistem digitalisasi. “Yang menunggu di tempat itu truk yang berkegiatan di terminal MAL, IPC TPK, TSJ. Jadi bukan yang berkegiatan di JICT. Koja atau NPCT1, kejauhan memang kalau disana,” ujarnya lagi.
Selain menceritakan mengenai buffer area, mantan direktur operasi PT MTI ini menyatakan, bahwa pihaknya uga tengah fokus dalam layanan dan memberikan kenyamanan fasilitas terhadap para penumpang mudik Natal 2019 dan tahun baru 2020 (Nataru) di terminal penumpang pelabuhan Tanjung Priok. “Kami terus berupaya memberikan layanan prima terhadap para penumpang kapal untuk Nataru,” tuturnya.
Pantauan Ocean Week, pada Senin pagi di terminal penumpang Priok, situasi dan kondisinya sangat lengang, karena tak ada kapal Nataru. Menurut petugas posko Nataru, kapal baru akan tiba malam ini, dan akan diberangkatkan pagi harinya, tujuan Makassar-Ambon hingga Bitung. (***)






























