Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Makassar akan menggelar aksi massal membersihkan kanal Panampu sepanjang 2,8 km, melibatkan 2.000 masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan Minggu (28/4) membersihkan kanal yang meliputi 4 kecamatan yakni Talo, Panampu, Ujung Tanah dan Bontowala.
Menurut Kepala OP Utama Makassar Rahmatullah, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, pihaknya sudah mendidik 45 tenaga masyarakat setempat untuk menjadi kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).
“Selama 4 hari mereka dididik, pelatihan itu kerjasama kantor OP dan Lantamal 6 Makassar,” ungkap Rahmatullah kepada Ocean Week, di Makassar Sabtu (27/4) didampingi Bambang Sutrisna, Kabid Perencanaan dan Pembangunan kantor OP Makassar dan Triyono, Kabid Lala.
Esensinya, ujarnya, bahwa kegiatan ini untuk penyadaran masyarakat karena setiap hari sekitat 5 truk atau 10 ton sampah mengotori kanal ini untuk diangkut ke pembuangan sampah.
Sebelumnya, dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Program Padat Karya Aksi Massal Bersih Kanal Pannampu, yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 April 2019, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar melaksanakan pelatihan bagi masyarakat sekitar Kanal Pannampu untuk menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).
Menurut Rahmatullah pelatihan ini dapat terselenggara berkat kerjasama yang baik antara Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar dengan LANTAMAL VI Makassar dan didukung oleh Pemerintah Kota Makassar dan seluruh instansi pemerintah serta para pemangku kepentingan di pelabuhan Makassar.
“pelatihan untuk menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) ini akan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 24 sd 27 April 2019 dan diikuti oleh 45 orang yang berasal dari masyarakat sekitar kanal yang nantinya akan menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)” kata Rahmatullah saat membuka Pelatihan Kelompak Masyarakat Pengawas di Makassar.
Kata Rahmatullah, nantinya ke 45 orang yang diangkat menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) akan bertugas memberikan penyuluhan dan melakukan pengawasan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah ke kanal.
Selanjutnya 45 orang Pokmaswas tersebut akan mengajak 10 orang untuk bergabung melaksanakan Program Padat Karya Aksi Massal Bersih-Bersih Kanal 284 sepanjang 2,8 kilometer yang akan di mulai dari Al Markaz sampai Trashrack Panammpu pada tanggal 28 April 2019.
Rahmatullah mengatakan bahwa Program padat karya ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada warga masyarakat di sekitar agar tidak membuang sampah ke kenal yang akhirnya akan hanyut dan langsung terbawa ke laut dan bertumpuk di kolam pelabuhan Makassar.
“Program aksi massal direncanakan akan melibatkan sekitar 2.000 (dua ribu) orang peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar, wakil instansi dan para pemangku kepentingan di pelabuhan Makassar serta para taruna akademi pelayaran. Program padat karya ini sejalan dengan visi pelabuhan Makassar yaitu Pelabuhan menuju zero-sampah pada tahun 2021” ujarnya.
Rahmatullah juga mengatakan selama ini sampah, khususnya sampah plastik sering dibuang ke kanal Pannampu yang akhirnya akan menuju ke laut dan menjadi perusak bagi ekosistem di laut. Sebagai contoh kita dengar beberakali, beberapa ikan paus telah mati dan terdampar di beberapa tempat dan yang lebih menyedihkan lagi adalah setelah dibedah, di perut ikan tersebut terdapat puluhan kilogram plastik.
“berdasarkan fakt ini saya menghimbau kepada diri saya sendiri dan semua pihak yang hadir agar tidak membuang sampah ke sungai, ke kanal dan ke laut dan kepada para peserta pelatihan juga dapat mengikuti dengan baik sehingga dapat menularkan pengetahuan yang didapat kepada para tetangga sekitar tentang bahaya membuang sampah di sungai, di kanal dan di laut,” kata Rahmatullah. (***)





























