Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan tetap berjalan saat kenaikan air laut atau banjir rob di Pelabuhan Sunda Kelapa, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Pantauan Antara, Jumat malam, menunjukkan beberapa truk masih membongkar barang untuk dinaikkan ke kapal saat air laut mulai naik ke daratan.
A. Wahab, GM Pelindo Sunda Kelapa, kepada Ocean Week menyatakan, bahwa aktivitas di pelabuhan Sunda Kelapa selama pandemi Corona tetap berlangsung normal.
“Tak ada masalah, kegiatan bongkar muat barang dan sandar kapal masih seperti biasa, ga terpengaruh Corona. Hanya volumenya yang terdampak,” kata Wahab, di Jakarta, belum lama ini.
Meski air mulai menggenangi areal pelabuhan, para pekerja terus memaksakan untuk menyelesaikan bongkar muat itu, walaupun ban kendaraan truk sudah terendam air laut.
“Mau diapakan lagi, kami harus menyelesaikan pekerjaan ini,” kata salah seorang sopir truk.
Sekitar pukul 21.00 WIB, air laut mulai naik di Pelabuhan Sunda Kelapa yang berbatasan dengan RW 08 Kelurahan Ancol.
Selain itu, air laut mulai merendam pergudangan truk trailer di dalam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa. Bahkan, Masjid Al Bahrain di dalam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa turut terkena banjir rob.
Lurah Ancol Rusmin mengatakan, banjir rob Jumat malam merupakan kedua kalinya hingga memasuki permukiman warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat terutama yang bermata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana rob.
Potensi terjadi untuk daerah-daerah pantai elevasi rendah seperti pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Semarang.
Seperti diketahui beberapa hari terakhir, wilayah pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga digenangi banjir air rob. Bahkan banjir pun meluas ke beberapa jalan di Semarang. (ant/**)





























