Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo menyatakan, sebanyak 435 unit kapal penyeberangan anggotanya siap melayani pemudik Lebaran 1440 H di seluruh Indonesia.
Namun, Khoiri menilai bahwa rute yang rawan terjadi antrean pada puncak angkutan Lebaran kali ini adalah layanan Merak, Banten – Bakauheni Lampung, terutama pada malam hari. “Sebab dari 71 armada kapal yang tersedia hanya bisa beroperasi 36 kapal setiap harinya, karena hanya tersedia 6 pasang dermaga saja,” kata Khoiri saat dihubungi Ocean Week, per telpon, Senin pagi (27/5).
Jadi, ungkapnya, sekitar separuh kapal lagi menganggur menunggu giliran jadwal beroperasi. “Untuk antisipasi antrean kendaraan pemudik yang hendak menyeberang, pemerintahan sudah menghimbau saat puncak agar pemudik menggunakan roda empat pribadi agar menyeberang siang hari,” ujar Khoiri.
Khoiri juga mengungkapkan supaya masyarakat yang akan mudik lewat Merak ke Bakauheni memperhatikan himbauan pemerintah mengenai penerapan nomor mobil genap ganjil, meskipun tidak mengikat.
“Disamping itu, untuk kekurangan dermaga akan meminjam dermaga PT Indah kiat dan dermaga Muara Pilu di Bakauhuni,” katanya.

Sementara itu, sekitar 17 kapal disiapkan mendukung Angkutan penyeberangan menjelang Lebaran dari Balikpapan di Pelabuhan Kariangau menuju Penajam Paser Utara, Mamuju, dan Palu.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XVII Kaltim dan Kaltara, Felix Iryantomo, menyatakan arus mudik angkutan laut dan penyeberangan diprediksinya meningkat pada Lebaran 2019.
“Itu akibat dampak tingginya harga tiket pesawat. Oleh sebab itu BPTD XVII menyiapkan 17 kapal sebagai angkutan mudik Lebaran,” katanya.
Sedangkan untuk di gorontalo, ada 7 kapal siap mendukung angkutan Lebaran. Ketujuh kapal itu, yakni KM Tilongkabila, KM Sangiang (keduanya kapal Pelni). Lalu KM Doroki Nusa, KM Sabuk Nusantara 102, dan KM Sabuk Nusantara 59 (ketiganya kapal perintis).. Selain itu ada juga KMP Mirinit dan KMP Tuna Tomini.
Pada tahun lalu, jumlah penumpang angkutan laut lebaran sebesar 1.830.289 orang. Di Provinsi Gorontalo, realisasi angkutan laut lebaran 2018 mencapai 15.335 orang. Diprediksi terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 4,8% tahun ini, mencapai sekitar 16.071 orang.
General Manager (GM) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni menyatakan, untuk arus mudik dan arus balik, PT ASDP menyiapkan 32 unit kapal yang beroperasi melayani rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk maupun sebaliknya, pihaknya juga menyiapkan 24 unit kapal cadangan yang akan digunakan apabila terjadi kepadatan. (***)




























