Penyelenggaraan tol laut pemerintahan Presiden Joko Widodo masih belum tuntas. Sejumlah persoalan masih harus diselesaikan, terutama kekosongan angkut balik di sejumlah daerah di wilayah Indonesia bagian timur. Dan ini menjadi prolem yang paling pelik yang tersisa.
Karena itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara khusus menugaskan Pelindo III menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satu solusi yang dicanangkan adalah pemberian subsidi. “Selama ini tol laut yang mengangkut kontainer dari Jakarta atau Surabaya, pulangnya relatif kosong. Hanya ada muatan 20-30%,” kata Menhub Budi, dalam keterangannya usai mendampingi kunjungan Presiden Jokowi ke Pelabuhan Tenau,Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Budi Karya juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap tol laut, angkutan perintis, dan kapal ternak yang ada di NTT. “Kami tugaskan Pelindo III untuk buat untuk uji coba pertama dengan beberapa kontainer dengan memberikan subsidi,” ungkap Menhub.
Menurut Menhub, kedepan, kalau skema subsidi berhasil, secara bertahap program tol laut akan menjadi komersial penuh, dan subsidi dicabut. Dengan begitu, selain untuk mendongkrak okupansi, juga ada keuntungan yang diraih Pelindo III. “Dari Surabaya, setengahnya sudah komersial, kita harapkan tol laut yang keliling di daerah NTT ini okupansi bisa maksimal dan juga ekonomis. Akhirnya tanpa subsidi diharapkan akan tetap berjalan,” kata Menhub Budi. (***)





























