PT Pelabuhan Tegar Indonesia (PTI), pengelola Marunda Center Terminal (MCT) berobsesi bisa menjadi pelabuhan untuk perdagangan luar negeri. Targetnya, tahun 2020 MCT sudah bisa melayani kegiatan perdagangan internasional. MCT juga menyatakan tak menganggap pelabuhan Tanjung Priok sebagai kompetitornya.
“Kami terus mengupayakan agar MCT bisa jadi terminal untuk perdagangan luar negeri. Kita masih melakukan study. Dan MCT siap menangani kargo umum seperti batubara, curah cair, dan itu sudah dilakukan,” kata Ravi Menon, Dirut MCT, kepada pers di Marunda, Senin (13/5), didampingi Aulia Febri, direktur komersial PT PTI.
Selain itu, ungkapnya, pihak MCT juga berencana membangun kluster tangki starage (tangki timbun curah). “Inipun masih study,” kata Febri menambahkan.
Menjawab tudingan sebagian pelaku usaha yang menyatakan MCT sebagai pesaing Priok, Ravi maupun Febri menyatakan jika MCT bukan sebagai kompetitor Tanjung Priok. Namun Priok dianggapnya sebagai saudara tuanya. “Kami bukan kompetitor Priok, tapi kami serahkan kepada customer untuk memilih dan menilai. Yang jelas kami hanya memberikan service sesuai dengan keinginan pengguna jasa, aman dan nyaman,” ungkapnya.
Menurut dia, ada 4 strategi yang dilakukan untuk menarik pengguna jasa, yakni customer bisa langsung akses ke manajemen tim, lalu transparan, ada standar service, kemudian fokus mengutamakan keselematan pengguna jasa, dan customer sentrik. “Artinya apa yang akan kami lakukan, selalu melihat dari sisi kepentingan customer, dan kami selalu mengutamakan keselamatan pelayanan,” tambah Febri.
Seperti diketahui, bahwa MCT mentargetkan tahun ini mampu menangani kegiatan hingga 7 juta ton, mengingat pada tahun 2018 sudah mencapai 5 juta ton. “Optimis kami bisa tembus 7 juta ton, karena ada pertumbuhan customer baru yang masuk kesini. Misalnya impor aspal sudah masuk kesini, itu yang bakal menjadi volume tambahan,” ujar Febri.
Menjawab rusknya akses jalan dari dan ke dermaga, Ravi Menon menegaskan, perbaikan jalan itu sudah menjadi program setiap tahun. “Kami akan perbaiki dari mulai pintu masuk MCT sampai dermaga,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Kabid KSOP Marunda Margono menyatakan pihaknya akan selalu mensupport apa yang dilakukan para BUP di Marunda. “KSOP selalu mengakomodir mereka, yang penting keselamatan diutamakan,” kata Margono. (***)






























