Pelabuhan Sei Pakning, salah satu Cabang Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) di Kabupaten Bengkalis Riau, pada triwulan 1 dan sampai April 2020 menunjukan Kinerja yang sangat baik, jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun 2019.
Menurut GM Cabang Pelabuhan Sei Pakning Capt. Al Abrar bahwa pelabuhan ini lebih khusus melayani jasa pandu tunda. “Itu sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan no.1243 tahun 2013 untuk melayani kapal-kapal tujuan Perawang, STS Sei Pakning, Tersus Pertamina, Loading Point Ladinda, TUKS Futong (PT.RAPP) dan Pelabuhan umum Tanjung Buton,” kata Abrar dalam keterangannya yang diterima Ocean week, Sabtu sore.
Dia menyatakan, untuk layanan pandu tunda, pihaknya didukung oleh SDM pandu 12 personil ditambah Abrar yang terkadang ikut turun membantu memandu kapal.
“Sampai saat ini, Waiting Time For Pilot : 0 Jam,” kata ketua DPW I Inampa tersebut.

Abrar juga mengatakan sekarang ini kinerja di Sei Pakning terjadi peningkatan produksi akibat bertambahnya industri sebagai hinterland di sekitar pelabuhan.
Dia menambahkan, bahwa untuk kegitan STS, kapal – kapal muat Produk IKPP dan bongkar Salt terjadi kenaikan 140% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.
“Untuk Tersus Futong (RaPP) juga terjadi kenaikan, untuk kapal2 yang memuat Wood Pulp, barge, Petikemas dan bongkar Coustik soda serta General Cargo untuk kepentingan Pabrik RAPP naik lebih kurang 160 % jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019,” ujarnya.
Sementara itu, kata Abrar, untuk pelabuhan umum Tanjung Buton, relatif sama dengan tahun 2019.
“Untuk Pelabuhan Tanjung Buton juga ada kegiatan pemuatan Cangkang dan Bongkar Pupuk. Apalagi permintaan kebutuhan Cangkang di pasaran sangat tinggi,” katanya.
Tapi untuk Pertamina dan Loading Point nyaris sama dengan tahun 2019.
Abrar juga mengungkapkan, pada saat wabah Corona ini, layanan pandu dilakukan sangat ketat, sesuai SOP yang sudah diatur.
“Kami dibantu oleh KSOP Kelas 2 Tanjung Buton dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 2 Dumai. Sebelum Kapal tiba agen harus menyampaikan Maritime Decleration Health (MDH), Daily Crews Health Condition (Suhu tubuh dan Penyakit lainnya), Last 10 Port dan selanjutnya begitu Kapal tiba di Pilot Boarding Ground, pihak KKP akan melakukan pemerikasaan kapal. Setelah Certificate Of Pratique) dikeluarkan oleh pihak KKP baru selanjutnya Pandu melakukan pelayanan dengan dilengkapi APD (Hazmat Suit, Kaca mata Google, Masker dan Glove) dengan tetap menjaga Fhysical Distancing, no shake hand dan selalu mencuci tangan,” ungkap Abrar panjang lebar.
Pada Bulan Suci Ramadhan kali ini, pelabuhan Sei Pakning juga berkontribusi dalam pemberian Bantuan kepada masyarakat di Lingkungan Pelabuhan yang terkena dampak Covid 19 berupa Sembako dan Masker. “Semoga apa yang kmai lakukan itu bisa meringankan beban para warga terdampak Corona. InsyaAllah, kami juga akan memberikan bantuan APD kepada Tenaga Medis di Kabupaten Bengkalis dan Puskesmas Bukit Batu,” kata Abrar. (***)





























