Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat sama sekali untuk menjual pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara kepada asing.
“Kalau ada yang bilang Kuala Tanjung mau dijual itu nggak benar,” kata Luhut Panjaitan dalam acara Afternoon Team di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (8/5), menangkal isu dari sejumlah kalangan yang menyebut kalau pemerintah akan menjual aset pelabuhan Kuala Tanjung.
Pemerintah, ungkap Luhut, tidak mungkin mempertaruhkan harga diri kepada pihak asing. “Lagi pula, pemerintah sudah memikirkan matang dan tidak mungkin dengan mudah menjual aset negara. Jangan dipikir bego. Kita nggak bego-bego banget kok,” tegas Luhut.
Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi bagian dari proyek jalur sutra China. Pelabuhan ini masuk tahap pertama dari proyek skala besar one belt one road (OBOR).
Kesepakatan itu diteken oleh Deputi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin dan Wakil Menteri Bappenas China, Ning Jizhe di sela-sela Belt and Road Forum di Beijing, China. Menko Kemaritiman, Luhut Pandjaitan ikut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.
“Kita manfaatkan network China untuk meningkatkan performa Kuala Tanjung ini. Mereka bersedia memanfaatkan network mereka untuk menggunakan jasa pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Luhut.
Menko Luhut berharap, ekonomi Sumut bisa cepat tumbuh dengan berbagai proyek infrastruktur yang akan dibangun.
Seperti diketahui, Sumatera Utara menjadi satu dari empat koridor yang ditawarkan Indonesia untuk masuk dalam skema OBOR di samping Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Bali. Selain Kuala Tanjung, dua proyek yang akan ikut jalur sutra China dalam waktu dekat yaitu Kawasan Industri Sei Mangke dan Bandara Kualanamu. (***)






























