Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Dies Natalis STIAMAK ke-36 dimanfaatkan untuk langkah strategis mencetak talenta maritim unggul oleh akademi STIAMAK Barunawati Surabaya.
Dihadapan para praktisi bisnis pelabuhan, akademisi, pimpinan pesantren dan pejabat Kota Surabaya, Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr. Gugus Wijonarko, MM memaparkan program kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), STIAMAK dan Pranala Digital Transmaritim menggarap pelatihan pemuatan kapal berstandar internasional atau sering disebut iStow.
“Pada kesempatan ini perlu kami sampaikan bahwa STIAMAK meluncurkan program pelatihan profesional pemuatan kapal berbasis iStow,” kata Gugus – panggilan Dr. Gugus Wijonarko, MM., (2/5).
iStow, lanjut Gugus merupakan software yang telah digunakan luas di industri pelayaran global.
Menurut Dr.Eng.Ir. Setyo Nugroho Dekan FTK- ITS menyampaikan bahwa iStow dikenal sebagai loading software kapal andal yang mendukung berbagai jenis kapal dan telah mengantongi
sertifikasi dari lembaga klasifikasi paling terkemuka dunia diantaranya Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Lloyd’s Register (Inggris), ClassNK (Jepang), Korean Register, RINA (Italia), serta
sejumlah klas lain anggota International Association of Classification Societies (IACS).
iStow sebagai standar dalam perencanaan muatan kapal yang aman dan efisien.
Gugus menambahkan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memahami praktik pemuatan kapal sesuai standar International Maritime
Organization (IMO).
“Pelatihan terbuka bagi profesional kepelabuhanan, operator terminal, tenaga
bongkar muat, pelaut, shipplanner, foreman kapal hingga pengajar dan mahasiswa di bidang transportasi laut,” katanya.
Pelatihan iStow di STIAMAK berbeda dengan tempat lain, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menjalani assessment berbasis praktik menggunakan iStow yang mengacu pada studi kasus nyata.
“Kurikulum berbasis blended learning ini dirancang agar peserta dapat menguasai kompetensi secara optimal. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh pengakuan kompetensi resmi melalui sertifikasi LSP yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi – BNSP,” tegas Gugus.
Sebagai perguruan tinggi yang mengemban tugas utama tri darma perguruan tinggi, STIAMAK berharap program pelatihan iStow dapat berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan kapal di Indonesia yang berkaitan dengan proses bongkar muat dan penataan muatan, sehingga tercipta sistem pemuatan yang lebih aman dan
andal.
Peluncuran pelatihan iStow menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital di sektor maritim Indonesia semakin nyata.
Dengan menggabungkan teknologi, standar internasional, dan sertifikasi nasional, STIAMAK dan Pranala mendorong lahirnya generasi baru profesional maritim yang siap bersaing di tingkat global.
Pada saat yang sama dilakukan penandatanganan kerjasama STIAMAK dengan Pelindo Regional 3 dan beberapa industri maritim juga pesantren. (**/fail)





























