Kegiatan bongkar muat di Tanjung Emas Semarang, baik untuk petikemas maupun non petikemas belum begitu normal, bahkan pada Selasa (25/4), ketika Ocean Week ke pelabuhan ini untuk meliput mudik (arus balik) gratis sepeda motor dengan kapal laut di terminal penumpang Tanjung Emas, dan menyempatkan melihat dari kejauhan terminal petikemas Semarang, tak ada lalu lalang truk petikemas.
Sejumlah crane yang berjajar di dermaga TPKS (warna kuning) juga tampak istirahat, tak melakukan kegiatan. Di pintu keluar TPKS pun tak terlihat truk-truk petikemas yang keluar masuk.
Kepala KSOP Tanjung Emas Herwanto yang ditanya mengenai belum adanya truk petikemas yang berkegiatan, mengatakan hal itu dikarenakan adanya pelarangan dari kebijakan SKB antara Ditjen Darat, Kepolisian, dan Bina Marga yang diberlakukan mulai 17 April hingga 2 Mei 2023. “Truk petikemas belum jalan karena adanya aturan itu, dan libur Lebaran,” ujarnya diiyakan Hardianto, GM Pelindo Regional 3 Tanjung Emas, di Semarang, Selasa sore.
Sepinya kegiatan di Tanjung Emas selain truk belum bisa jalan, kata Hardianto menambahkan, juga karena masih libur Lebaran. “Para pegawai masih libur (cuti bersama hingga 25/4). Makanya, barang yang dibongkar dari kapal, sementara kami tempatkan di depo-depo yang ada di sekitar pelabuhan. Pokoknya barang-barang (petikemas) kami keluarkan biar nggak terjadi kongesti,” ungkapnya dibenarkan Herwanto.

Herwanto juga menyampaikan, kalau petikemas tak dikeluarkan dari pelabuhan, YOR bisa mencapai 120 persen. “Makanya kami mengambil langkah mengeluarkan ke depo di sekitar pelabuhan,” katanya.
Pengamatan Ocean Week pada Selasa sore (25/4), pelabuhan Tanjung Emas terlihat sepi dengan lalu lalang truk pengangkut barang.
Di luar pelabuhan juga tampak truk-truk trailer terparkir di pinggir jalan.
Yang ramai hanya kegiatan kapal penumpang, selain kapal Dobonsolo milik PT Pelni untuk penumpang gratis tujuan Tanjung Priok, juga ada satu kapal DLU dari Tanjung Emas tujuan Kumai, Kalimantan Tengah. (**)






























