General Manager salah satu anak usaha grup PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Puji R. menyatakan bahwa KBS sedang mengirimkan bantuan berupa loader dan dump truck untuk membuka jalan untuk evakuasi para korban akibat tsunami yang melanda di wilayah Banten, Sabtu malam.
“Alhamdylillah, secara global kondisi pelabuhan aman dan terkendali , memang tadi malam terdapat beberapa tali kapal yang tambat putus dan ada kapal yang keluar labuh jangkar demi keamanan. Dari jalur logistik saya kira masih berlangsung jalan namun daerah bencana tsunami memang lagi kita upayakan pertolongan ,siang ini KBS lagi kirim bantuan loader dan dumpt truck untuk buka jalur evakuasi,” kata Puji menjawab Ocean Week melalui teleponnya.
Ketua DPC INSA Banten Agus yang dihubungi terkait bagaimana operasional kapal di pelabuhan, hingga berita ini ditulis belum memberi keterangan. Begitu pula dengan Kepala Bidang Lala KSOP Banten Hotman SIjabat juga belum merspon pertanyaan Ocean Week.
Puji menambahkan, kejadian gelombang pasang yang dilalami memang sudah rutin terjadi di periode Desember – Januari. “Tapi kejadian ini memang dahsyat dan menurut saya analisa BMKG yang lebih tepat ada kaitannya dengan erupsi Anak Krakatau ( walaupun perlu penjelasan yang lebih detail). Kita tetap harus waspada dan berdoa semoga kondisi segera normal kembali,” ujar Puji.
Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Rahmat Triyono, dalam konferensi pers Minggu (23/`12) menyatakan ada dua peristiwa yang memicu gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda.
“Kedua peristiwa itu adalah, aktivitas erupsi anak gunung Krakatau dan gelombang tinggi akibat faktor cuaca di perairan Selat Sunda. Jika dipicu erupsi anak Gunung Krakatau, gelombang tsunami sekitar 90 sentimeter. Namun, dengan adanya gelombang tinggi akibat faktor cuaca, arus gelombang tsunami bisa bertambah lebih dari dua meter. Karena digabung, menimbulkan tinggi tsunami yang signifikan dan menimbulkan korban dan kerusakan yang luar biasa,” ungkapnya.
Akibat tsunami tersebut, hingga kini BNPB mencatat 62 orang meninggal dunia, 584 luka-luka, dan 20 orang hilang. (***)