PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) optimis tahun 2019 mampu mencatatkan produksi bongkar muat hingga 20 juta ton, meningkatkan dibandingkan tahun 2017 yang hanya tercapai 17,67 juta ton.
“Kami optimistis yang ditargetkan 20 juta ton throughput pada 2019 bisa KBS capai. Dan kami juga yakin perseroan mampu mencatatkan pendapatan hingga Rp 1 triliun,” kata Alugoro Mulyowahyudi, Dirut KBS, didampingi Widi Hartono, direktur operasi, dan IIP Arief Budiman, direktur komersial, saat menjawab Ocean Week, disela acara Customer Gathering Rise for Excellent, di Novotel hotel, Tangerang, Rabu (12/12).
Optimistis KBS itu, dikarenakan pihaknya telah melakukan berbagai pengembangan, dalam rangka meningkatkan produktivitas bongkar muat barang.
Misalnya, selain menambah peralatan bongkar muat, juga melakukan pengembangan dermaga. “Banyak investasi yang kami lakukan dalam tahun-tahun terakhir ini. Misalnya, tahun 2018 ini investasi Barbour Crane, 4 jip Crane, dan sebagainya,” ujar Alugoro.
Pastinya, Alugoro ingin membangun KBS menjadi pelabuhan Indonesia terdepan. “Dan kami pun ingin membangun happy customer,” katanya lagi.
Sementara itu, Widi Hartono menyatakan bahwa KBS juga sudah menerapkan digitalisasi sistem yang dinamai POCIS (port of Cigading information system’) yang mulai diberlakukan November 2018 lalu.
“Dengan POCIS semua pergerakan yang ada mulai dari kapal sandar sampai bongkar muat barang ke truk, bisa terpantau dari sistem itu. Melalui HP android bisa dibuka, sepanjang ada aksesnya,” kata Widi.
Namun sistem ini dinilai Sapto Diri, Dirut PT Aplus Pasific perlu ada tambahan aplikasi yang lebih terinci. Sebab, jangan hanya pembongkaran saja yang dapat terpantau. Tetapi yang lain pun bisa diketahui.
“Setiap hari kami harus kirim ke pabrik sebesar 2.000 ton. Pinginnya sih sampai 3.000 ton,” katanya dibenarkan Mukhlis, Supervisor PT Aplus.
Makanya, dia berharap agar truk yang melayani di KBS ditambah. “KBS perlu tambah truk,” ungkapnya.
Sapto juga mengapresiasi terhadap semakin membaiknya layanan yang diberikan KBS.
Pada acara Customer Gathering ini, KBS juga memberikan sejumlah penghargaan terhadap para mitranya.
Untuk best throughput diraih PT Krakatau Posco, lalu best loyal customer disabet Charoen Pokphand Indonesia.
Sedangkan kategori best total service customer diraih Aplus Pasific, kemudian untuk best shipping customer oleh internasional shipping logistik.
Sementara PT Krakatau Steel menyabet kategori best partner logistik dan transportasi, dan untuk best partnership diraih FKS Grup.
Hadir pada acara ini selain para mitra KBS, juga komisaris KBS capt. Albert Korompis, pengurus Aptrindo Banten H. Masduki. (***)





























