Kapal milik Pelni, KM Umsini kebakaran saat sandar di pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Minggu pagi (9/6/2024). Diduga api berasal dari kamar mesin.
Direktur Armada & Teknik PT Pelni, Robert MP Sinaga, membenarkan jika salah satu kapal milik BUMN ini mengalami musibah kebakaran sewaktu bersandar di pelabuhan Makassar.
Semua penumpang selamat, dan berhasil keluar dari kapal. “Iya pak (KM Umsini kebakaran). Tidak ada korban jiwa. Diduga api berasal dari kamar mesin. Ini lagi pengecekan,” ujar Robert saat dikonfirmasi Ocean Week, siang ini.
Kapal Umsini yang datang dari pelabuhan Bau-bau harusnya melanjutkan perjalanan ke Surabaya, namun karena terjadi insiden kebakaran, apakah akan melanjutkan perjalanan atau tidak, masih menunggu info lanjut.
Berdasarkan video yang beredar di masyarakat, dan Ocean Week juga memperoleh kiriman insiden itu, terlihat bahwa para penumpang melalui tangga kapal, berebut untuk turun dari kapal ke darat, menyelamatkan diri.
Kepala KSOP Makassar Sahatua, kepada Ocean Week menyampaikan bahwa Minggu pagi ini telah terjadi kecelakaan kebakaran kapal Umsini di pelabuhan Makassar. “Keadaan sudah ditangani dan terkendali, semua info dikoordinasikan satu pintu dari Pelindo dan Pelni,” katanya.
Kata Sahat, setelah penanggulangan kebakaran, secara gabungan akan dilakukan investigasi sesuai UU 17/2008, dan selanjutnya pihak berwajib lainnya sesuai ketentuan koordinasi lebih lanjut.
Saat ini, api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) Evan Eryanto mengatakan sumber api pertama kali diketahui pukul 04.20 WITA yang diduga berasal dari percikan api di motor bantu yang berada di kamar mesin. Api sudah berhasil dipadamkan pada pukul 09.03 WITA.

“Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. ABK kapal dengan cepat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam CO2 yang tersedia di atas kapal, dan saat yang bersamaan menurunkan penumpang ke dermaga. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” kata Evan dalam keterangan resmi, Minggu.
Saat kebakaran terjadi, terdapat 1.677 penumpang dengan tujuan Makassar, Surabaya, Kijang, dan Jakarta. Adapun para penumpang lanjutan akan diangkut menggunakan kapal PELNI lainnya yang akan melalui Makassar.
“Untuk penumpang tujuan Surabaya dan Kijang akan diangkut menggunakan KM Labobar pada Selasa (11/6/2024), sementara penumpang lanjutan ke Jakarta akan dibawa KM Dorolonda di hari yang sama, seluruhnya berangkat dari Makassar,” ungkapnya.
Dampak dan penyebab kebakaran sendiri akan segera dilakukan pemeriksaan setelah proses pendinginan selesai.
Evan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses penanganan kebakaran, termasuk pihak pemadam kebakaran Kota Makassar yang sudah menyiagakan 8 (delapan) unit mobil pemadam di dermaga saat insiden terjadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang atas kejadian ini. Kami juga menghimbau kepada seluruh calon pelanggan untuk dapat menyesuaikan perjalanannya. Informasi seputar pembatalan tiket, penyesuaian jadwal maupun informasi lainnya dapat diperoleh melalui saluran resmi Contact Center 021-162 atau Whatsapp Official 08111621162,” katanya. (***)






























